Klinik Picky Eaters

KLINIK KESULITAN MAKAN & GANGGUAN BERAT BADAN

EOSINOPHILIC ESOPHAGITIS DAN ANAK YANG SULIT MAKAN: EoE, Picky Eating, PFD, atau ARFID?

EOSINOPHILIC ESOPHAGITIS DAN ANAK YANG SULIT MAKAN: EoE, Picky Eating, PFD, atau ARFID?

Banyak orang tua mengira anak yang sulit makan hanya “picky eater”. Anak menolak daging, hanya mau makanan lunak, makan sangat lama, sering minum saat makan, atau tidak mau mencoba tekstur baru. Namun, pada sebagian anak, masalah tersebut bukan sekadar kebiasaan memilih makanan. Salah satu kondisi yang perlu diperhatikan adalah eosinophilic esophagitis atau EoE. Penyakit ini merupakan peradangan kronis pada esofagus yang berkaitan dengan sistem imun. Pada anak, gejalanya dapat berbeda sesuai usia. Anak yang lebih besar dapat mengeluh sulit menelan atau makanan terasa tersangkut. Anak yang lebih kecil justru dapat menunjukkan perubahan perilaku makan.

MENGAPA EoE BISA MEMBUAT ANAK SULIT MAKAN?

  • Ketika esofagus mengalami peradangan, proses menelan dapat terasa tidak nyaman. Anak mungkin merasa makanan sakit ketika turun atau terasa seperti berhenti di dada.
  • Anak kemudian belajar dari pengalaman. Jika makanan padat terasa tidak nyaman, anak memilih makanan yang lebih lunak. Ia mungkin makan sangat lambat, mengunyah lebih lama, memotong makanan menjadi sangat kecil, atau minum berkali-kali saat makan.
  • Pada EoE yang berlangsung lama, peradangan dapat menyebabkan perubahan struktur esofagus, termasuk fibrosis dan penyempitan. Akibatnya, makanan padat semakin sulit lewat.
  • Jadi, perilaku seperti “hanya mau bubur”, “harus banyak minum saat makan”, atau “menghindari daging” dapat menjadi strategi adaptasi anak terhadap masalah menelan, bukan semata-mata perilaku manja atau pilih-pilih makanan.

FEEDING DIFFICULTIES PADA EoE SEBERAPA SERING?

  • Systematic review EAACI Task Force yang dipimpin Ruano-Zaragoza dan diterbitkan pada Pediatric Allergy and Immunology tahun 2025 menelaah penelitian mengenai feeding difficulties pada anak dengan EoE.
  • Dari 3442 abstrak yang disaring, hanya 10 penelitian yang memenuhi kriteria. Penelitian tersebut menggunakan 18 istilah berbeda dan enam instrumen berbeda untuk mendefinisikan atau menilai feeding difficulties. Angka yang dilaporkan berkisar antara 13% hingga 75,3%.
  • Angka tersebut tidak berarti bahwa 13% sampai 75,3% semua anak dengan EoE pasti mengalami gangguan makan. Rentang yang sangat lebar menunjukkan bahwa penelitian yang tersedia masih menggunakan definisi dan metode pengukuran yang berbeda-beda. Karena heterogenitas tersebut, penulis tidak melakukan meta-analisis.
  • Pesan pentingnya adalah feeding difficulties cukup sering ditemukan pada anak dengan EoE dan perlu ditanyakan secara aktif. Namun, kita belum dapat menggunakan satu angka prevalensi universal untuk semua anak dengan EoE.

EoE VS PICKY EATING VS PFD VS ARFID

Kondisi Gambaran utama Mengapa anak membatasi makanan? Dampak yang perlu diperhatikan
EoE Peradangan esofagus dengan gejala makan atau menelan Nyeri, tidak nyaman, sulit menelan, makanan terasa tersangkut Disfagia, food avoidance, berat badan sulit naik
Picky eating Memilih makanan tertentu tetapi umumnya masih dapat makan cukup Preferensi rasa, tekstur, warna, bentuk, atau kebiasaan Biasanya ringan bila pertumbuhan dan nutrisi tetap baik
PFD Asupan makan tidak sesuai usia disertai masalah medis, nutrisi, keterampilan makan, dan/atau psikososial Penyebab dapat sangat beragam dan sering saling berinteraksi Diet sangat terbatas, waktu makan lama, kekurangan nutrisi, gangguan pertumbuhan
ARFID Pembatasan atau penghindaran makanan yang bermakna secara klinis Kurang minat makan, sensitif terhadap karakteristik makanan, atau takut akibat makan seperti tersedak atau muntah Kekurangan nutrisi, gangguan pertumbuhan, ketergantungan suplemen, dan gangguan fungsi psikososial
  • PFD mempunyai definisi yang lebih luas daripada sekadar picky eating. Konsensus internasional mendefinisikan PFD sebagai gangguan asupan oral yang tidak sesuai usia dan berhubungan dengan masalah medis, nutrisi, keterampilan makan, dan/atau psikososial.
  • Karena itu, anak yang hanya tidak suka sayur belum tentu mengalami PFD. Tetapi anak yang hanya mau beberapa jenis makanan, membutuhkan waktu satu jam untuk makan, sering tersedak atau gagging, mengalami kekurangan nutrisi, atau pertumbuhannya terganggu perlu mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

BAGAIMANA DENGAN ARFID?

  • ARFID atau avoidant/restrictive food intake disorder merupakan kondisi yang berbeda. Anak dapat menghindari makanan karena tidak tertarik makan, sangat sensitif terhadap karakteristik makanan seperti tekstur atau bau, atau takut terhadap konsekuensi makan seperti tersedak, muntah, atau sakit.
  • Masalahnya, gejala ARFID dan EoE dapat terlihat sangat mirip. Anak dengan EoE memang dapat takut makan karena sebelumnya mengalami nyeri atau makanan terasa tersangkut.
  • Karena itu, dokter perlu mencari penyebab medis terlebih dahulu. Namun, keduanya juga dapat muncul bersamaan. Studi observasional pada 115 anak dengan EoE yang dirawat di klinik multidisiplin pada 2025 menemukan bahwa sebagian anak juga memenuhi kriteria ARFID. Temuan ini berasal dari populasi klinik khusus dan tidak dapat langsung dianggap mewakili semua anak dengan EoE.

APAKAH SKIN PRICK TEST POSITIF BERARTI MAKANAN HARUS DIHINDARI?

  • Belum tentu.
  • Skin prick test dan specific IgE terutama menunjukkan adanya sensitisasi IgE terhadap makanan. Sensitisasi tidak selalu sama dengan alergi makanan yang benar-benar menimbulkan gejala.
  • Pada EoE, hubungan antara makanan dan peradangan esofagus lebih kompleks. Karena itu, hasil tes alergi tidak boleh digunakan secara sederhana untuk membuat daftar panjang makanan yang harus dihindari.
  • Systematic review EAACI 2025 menemukan bahwa sensitisasi atau alergi makanan IgE memang cukup sering ditemukan pada anak dengan EoE, sekitar 26,2% sampai 88% pada penelitian yang tersedia. Namun, pengaruh sensitisasi tersebut terhadap terjadinya feeding difficulties belum jelas.

DIET ELIMINASI HARUS HATI-HATI

  • Diet eliminasi memang dapat menjadi bagian dari terapi EoE. Namun, semakin banyak makanan yang dikeluarkan dari menu, semakin besar kemungkinan variasi makanan anak menjadi sempit.
  • Hal ini menjadi sangat penting pada anak yang sejak awal sudah mengalami feeding difficulties. Misalnya, seorang anak hanya menerima 15 jenis makanan. Jika beberapa makanan kembali dihilangkan berdasarkan hasil tes alergi tanpa dasar klinis yang kuat, pilihan makanannya dapat menjadi semakin sedikit.
  • Akibatnya dapat muncul lingkaran masalah:
  • EoE → nyeri atau sulit menelan → anak menghindari makanan → pilihan makanan semakin sedikit → diet semakin terbatas → pengalaman makan semakin negatif → feeding difficulty semakin berat.
  • Karena itu, terapi harus berusaha memutus lingkaran tersebut, bukan hanya menambah jumlah makanan yang dilarang.

BAGAIMANA MENILAI DAMPAK TERHADAP PERTUMBUHAN?

  • Anak dengan EoE yang sulit makan perlu dinilai secara menyeluruh. Berat badan saja tidak cukup.
  • Dokter perlu melihat berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh menurut usia, serta pola pertumbuhan dari waktu ke waktu. Riwayat makanan juga penting. Berapa banyak makanan yang dimakan? Berapa banyak jenis makanan yang diterima? Apakah anak hanya mau tekstur tertentu? Berapa lama waktu makan? Apakah anak selalu minum ketika makan? Apakah pernah gagging, muntah, batuk, atau merasa makanan tersangkut?
  • Ahli gizi anak dapat membantu memastikan kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral tetap terpenuhi selama anak menjalani terapi EoE atau diet eliminasi.

KAPAN PERLU FEEDING THERAPY?

  • Tidak semua anak dengan EoE membutuhkan feeding therapy.
  • Namun, evaluasi menjadi penting bila anak tetap memiliki masalah makan meskipun penyakit esofagus sudah mendapatkan terapi. Misalnya, anak masih takut makanan padat, hanya mau makanan tertentu, menolak tekstur tertentu, makan sangat lama, atau pilihan makanannya semakin sedikit.
  • Feeding therapist dapat menilai keterampilan oral-motor, kemampuan mengunyah dan menelan, respons terhadap tekstur, sensitivitas sensorik, serta pola perilaku ketika makan. Penanganannya bukan sekadar menyuruh anak makan lebih banyak.

MENGAPA PENDEKATAN MULTIDISIPLIN PENTING?

  • EoE dan feeding difficulties sering berada di persimpangan beberapa masalah.
  • Gastroenterolog anak menangani penyakit esofagus dan mengontrol peradangannya. Alergolog membantu mengevaluasi alergi makanan bila memang ada indikasi. Ahli gizi menjaga kecukupan nutrisi. Feeding therapist membantu masalah keterampilan dan pengalaman makan. Bila terdapat kecemasan makan yang berat atau dugaan ARFID, tenaga kesehatan mental dapat ikut dilibatkan.
  • Pendekatan seperti ini penting karena mengobati peradangan esofagus belum tentu langsung menghilangkan kebiasaan makan yang sudah terbentuk selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Literatur klinis juga menekankan perlunya mengenali dan menangani feeding dysfunction sebagai bagian dari perawatan anak dengan EoE.

KAPAN ORANG TUA HARUS WASPADA?

Orang tua sebaiknya berkonsultasi bila anak dengan EoE:

• sering mengatakan makanan sakit ketika ditelan
• merasa makanan seperti tersangkut
• hanya mau makanan lunak atau cair
• selalu minum banyak ketika makan
• makan sangat lama
• sering gagging atau batuk saat makan
• semakin banyak makanan yang ditolak
• berat badan sulit naik
• mengalami penurunan variasi makanan
• tampak takut atau cemas ketika waktu makan
• membutuhkan suplemen karena asupan makanan tidak mencukupi

PESAN UNTUK ORANG TUA

  • Anak dengan EoE yang sulit makan tidak selalu sedang “memilih-milih makanan”. Bisa jadi ia sedang berusaha menghindari rasa sakit atau kesulitan menelan.
  • Sebaliknya, tidak semua anak dengan EoE yang sulit makan otomatis mengalami PFD atau ARFID. Diagnosis harus melihat keseluruhan kondisi anak.
  • Tes alergi juga tidak boleh menjadi satu-satunya dasar untuk menghapus banyak makanan dari menu. Diet eliminasi harus direncanakan secara hati-hati agar pengobatan EoE tidak justru memperburuk keterbatasan makanan dan masalah nutrisi.
  • Tujuan terapi EoE pada anak bukan hanya membuat hasil biopsi membaik. Anak juga perlu dapat menelan dengan nyaman, memperoleh nutrisi yang cukup, memiliki variasi makanan yang memadai, tumbuh optimal, dan mempunyai pengalaman makan yang positif.
  • EoE, feeding difficulties, PFD, picky eating, dan ARFID dapat saling menyerupai, bahkan dapat muncul bersamaan. Karena itu, kuncinya bukan memberi satu label secepat mungkin, tetapi mencari penyebab, menilai dampaknya terhadap nutrisi dan pertumbuhan, lalu memberikan intervensi yang sesuai.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *