Anorexia Nervosa pada Dewasa: Tinjauan Ilmiah Berdasarkan ICD-11
Sandiaz Yudhasmara, Widodo Judarwanto
Anorexia nervosa (AN) merupakan salah satu gangguan makan yang ditandai oleh pembatasan asupan energi sehingga menyebabkan berat badan yang sangat rendah atau tidak memadai, disertai ketakutan terhadap peningkatan berat badan serta perilaku yang mempertahankan berat badan rendah. Gangguan ini juga melibatkan gangguan dalam pengalaman atau penilaian terhadap berat dan bentuk tubuh. Dalam ICD-11, anorexia nervosa diklasifikasikan dengan kode 6B80 dalam kelompok Feeding or Eating Disorders.
Pada orang dewasa, anorexia nervosa dapat terjadi pada berbagai kelompok usia dan tidak hanya ditentukan berdasarkan angka berat badan. Penilaian klinis perlu memperhatikan perubahan berat badan, pola pembatasan makanan, perilaku kompensasi, ketakutan terhadap peningkatan berat badan, serta perhatian berlebihan terhadap berat dan bentuk tubuh. Individu dengan gangguan ini dapat mengalami komplikasi medis serius meskipun kondisi tersebut pada awalnya tidak selalu tampak jelas secara fisik.
Anorexia nervosa merupakan kondisi yang dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh akibat kekurangan energi dan nutrisi. Komplikasi dapat meliputi gangguan kardiovaskular, hormonal, gastrointestinal, hematologis, neurologis, serta gangguan kesehatan tulang. Oleh karena itu, deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.
Definisi dan Klasifikasi ICD-11
- Dalam ICD-11, Anorexia Nervosa memiliki kode 6B80. Diagnosis mencakup kondisi berat badan yang secara signifikan rendah atau tidak memadai, disertai pola perilaku yang mempertahankan kondisi tersebut serta gangguan psikologis terkait berat dan bentuk tubuh. ICD-11 juga memungkinkan spesifikasi berdasarkan tingkat keparahan dan kondisi berat badan.
Tabel 1. Karakteristik Anorexia Nervosa pada Dewasa
| Aspek | Karakteristik |
|---|---|
| Klasifikasi ICD-11 | 6B80 – Anorexia Nervosa |
| Inti gangguan | Pembatasan asupan energi yang menyebabkan berat badan sangat rendah/tidak memadai |
| Berat badan | Secara signifikan rendah atau tidak memadai sesuai kondisi individual |
| Perilaku makan | Pembatasan makanan, menghindari makanan tertentu, aturan makan yang kaku |
| Ketakutan berat badan | Ketakutan terhadap peningkatan berat badan atau perilaku yang menghambat kenaikan berat badan |
| Persepsi tubuh | Gangguan dalam pengalaman atau penilaian terhadap berat dan bentuk tubuh |
| Aktivitas fisik | Dapat disertai olahraga atau aktivitas fisik berlebihan |
| Status nutrisi | Risiko kekurangan energi, protein, vitamin, mineral, dan elektrolit |
| Komplikasi fisik | Gangguan kardiovaskular, hormonal, gastrointestinal, hematologis, dan tulang |
| Aspek psikologis | Kecemasan terkait berat badan, rigiditas perilaku makan, distres psikologis |
| Evaluasi | Riwayat makan, perubahan berat badan, pemeriksaan fisik, status nutrisi, pemeriksaan laboratorium, dan evaluasi psikologis |
Manifestasi Klinis
- Manifestasi utama anorexia nervosa adalah pembatasan asupan makanan. Individu dapat mengurangi porsi, melewatkan waktu makan, menghindari makanan yang dianggap tinggi kalori, menghitung kalori secara ketat, atau menerapkan aturan makan yang kaku. Sebagian individu juga meningkatkan aktivitas fisik secara berlebihan sebagai upaya mempertahankan atau menurunkan berat badan.
- Perhatian yang berlebihan terhadap berat dan bentuk tubuh merupakan karakteristik penting. Individu dapat memiliki ketakutan yang kuat terhadap kenaikan berat badan meskipun berat badannya sudah rendah. Persepsi terhadap tubuh dapat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya sehingga seseorang tetap merasa perlu menurunkan berat badan.
Tabel 2. Tanda dan Gejala Anorexia Nervosa pada Dewasa
| Domain | Tanda dan gejala |
|---|---|
| Pola makan | Mengurangi porsi, melewatkan makan, menghindari kelompok makanan tertentu |
| Perilaku makan | Aturan makan sangat kaku, menghitung kalori, makan dengan ritual tertentu |
| Berat badan | Penurunan berat badan atau berat badan sangat rendah |
| Psikologis | Takut mengalami kenaikan berat badan |
| Citra tubuh | Persepsi atau penilaian terhadap berat/bentuk tubuh terganggu |
| Aktivitas fisik | Olahraga berlebihan atau kompulsif |
| Gastrointestinal | Konstipasi, kembung, nyeri perut, cepat kenyang |
| Kardiovaskular | Bradikardia, hipotensi, pusing atau sinkop |
| Termoregulasi | Mudah merasa dingin, suhu tubuh rendah |
| Kulit dan rambut | Kulit kering, rambut menipis atau rontok |
| Hormonal | Gangguan fungsi reproduksi dan perubahan hormonal |
| Psikososial | Menarik diri, gangguan aktivitas sosial dan pekerjaan |
Faktor Risiko dan Etiologi
- Anorexia nervosa memiliki etiologi yang kompleks dan tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal. Faktor biologis, psikologis, sosial, keluarga, dan lingkungan dapat berinteraksi dalam perkembangan gangguan ini.
- Faktor risiko dapat mencakup riwayat gangguan makan atau gangguan mental, perfeksionisme, kecemasan, tekanan sosial mengenai bentuk tubuh, pengalaman diet yang ketat, serta lingkungan yang memberikan perhatian berlebihan terhadap berat badan atau penampilan. Namun, keberadaan faktor risiko tersebut tidak berarti seseorang pasti mengalami anorexia nervosa.
Komplikasi pada Dewasa
- Kekurangan energi dan nutrisi yang berlangsung lama dapat menyebabkan komplikasi multisistem. Gangguan kardiovaskular dapat berupa bradikardia, hipotensi, gangguan elektrolit, dan gangguan irama jantung. Kondisi tersebut dapat menjadi serius terutama pada individu dengan malnutrisi berat.
- Gangguan hormonal juga dapat terjadi dan berdampak pada fungsi reproduksi, metabolisme tulang, serta sistem endokrin lainnya. Kekurangan nutrisi jangka panjang dapat menyebabkan penurunan kepadatan mineral tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis serta fraktur.
Tabel 3. Komplikasi Anorexia Nervosa
| Sistem | Komplikasi yang dapat terjadi |
|---|---|
| Kardiovaskular | Bradikardia, hipotensi, gangguan elektrolit, aritmia |
| Endokrin | Gangguan hormonal dan fungsi reproduksi |
| Tulang | Penurunan kepadatan mineral tulang, osteopenia, osteoporosis |
| Gastrointestinal | Konstipasi, perlambatan motilitas gastrointestinal |
| Hematologis | Anemia dan perubahan parameter hematologis |
| Neurologis | Kelemahan, pusing, gangguan konsentrasi |
| Metabolik | Gangguan elektrolit dan metabolisme |
| Imunitas | Penurunan fungsi imun akibat malnutrisi |
| Psikososial | Isolasi sosial, gangguan pekerjaan dan hubungan interpersonal |
Diagnosis Banding
- Diagnosis anorexia nervosa harus dibedakan dari kondisi medis maupun gangguan makan lainnya. Penurunan berat badan dapat disebabkan oleh penyakit gastrointestinal, gangguan endokrin, infeksi kronis, penyakit sistemik, penggunaan obat tertentu, atau kondisi medis lainnya.
- Avoidant-Restrictive Food Intake Disorder (ARFID) juga merupakan diagnosis banding penting. Pada ARFID, pembatasan makanan tidak terutama didorong oleh ketakutan terhadap kenaikan berat badan atau gangguan persepsi terhadap bentuk tubuh. Pembatasan dapat berkaitan dengan karakteristik sensorik makanan, kurangnya minat makan, atau kekhawatiran terhadap konsekuensi negatif dari makan.
Tabel 4. Perbandingan Anorexia Nervosa dan ARFID pada Dewasa
| Aspek | Anorexia Nervosa | ARFID |
|---|---|---|
| Pembatasan makanan | Ya | Ya |
| Ketakutan menjadi gemuk | Karakteristik utama | Tidak menjadi dasar diagnosis |
| Kekhawatiran terhadap bentuk tubuh | Umumnya ada | Tidak menjadi dasar diagnosis |
| Penghindaran makanan | Dapat terjadi | Sering terjadi |
| Faktor sensorik makanan | Bukan karakteristik utama | Dapat menjadi faktor utama |
| Kurang minat makan | Bukan karakteristik utama | Dapat menjadi faktor utama |
| Kekurangan nutrisi | Dapat terjadi | Dapat terjadi |
| Penurunan berat badan | Dapat terjadi | Dapat terjadi |
| Kode ICD-11 | 6B80 | 6B83 |
Penatalaksanaan
- Penatalaksanaan anorexia nervosa pada dewasa memerlukan pendekatan multidisiplin, terutama pada kondisi dengan malnutrisi atau komplikasi medis. Tujuan utama terapi adalah memulihkan status nutrisi, menstabilkan kondisi medis, memperbaiki pola makan, menangani faktor psikologis, serta mencegah kekambuhan.
- Intervensi psikologis merupakan komponen penting dalam penanganan. Terapi perlu disesuaikan dengan kondisi individu, tingkat keparahan, komorbiditas, serta kebutuhan medis dan psikososial. Pada kondisi berat, perawatan intensif atau rawat inap dapat diperlukan apabila terdapat ketidakstabilan medis atau risiko kesehatan yang signifikan.
- Pemantauan selama terapi mencakup berat badan dan status nutrisi, tanda vital, elektrolit, kondisi kardiovaskular, kesehatan tulang, serta kondisi psikologis. Pendekatan terapi sebaiknya dilakukan oleh tim yang memiliki kompetensi dalam penanganan gangguan makan.
Kesimpulan
- Anorexia nervosa pada dewasa merupakan gangguan makan serius yang ditandai oleh pembatasan asupan energi, berat badan yang sangat rendah atau tidak memadai, ketakutan terhadap peningkatan berat badan, serta gangguan terkait berat dan bentuk tubuh. Dalam ICD-11, anorexia nervosa diklasifikasikan sebagai 6B80.
- Diagnosis tidak seharusnya ditentukan hanya berdasarkan berat badan. Penilaian harus mencakup pola makan, perubahan berat badan, perilaku kompensasi, persepsi tubuh, status nutrisi, kondisi medis, kesehatan tulang, fungsi hormonal, serta kondisi psikososial. Diagnosis banding seperti ARFID dan berbagai kondisi medis juga perlu dipertimbangkan.
- Penanganan anorexia nervosa membutuhkan pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan stabilisasi medis, pemulihan nutrisi, intervensi psikologis, dan pemantauan jangka panjang. Deteksi serta intervensi sedini mungkin penting untuk menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan kemungkinan pemulihan.
Daftar Pustaka
- World Health Organization. (2024). Clinical Descriptions and Diagnostic Requirements for ICD-11 Mental, Behavioural and Neurodevelopmental Disorders. Geneva: World Health Organization.
- World Health Organization. International Classification of Diseases 11th Revision (ICD-11). Geneva: World Health Organization.
- Reed, G. M., et al. (2019). The classification of feeding and eating disorders in the ICD-11: results of a field study comparing proposed ICD-11 guidelines with existing ICD-10 guidelines. BMC Medicine.
- Uher, R., & Rutter, M. (2012). Classification of feeding and eating disorders: review of evidence and proposals for ICD-11. World Psychiatry, 11(2), 80–92.
- Hay, P., et al. (2022). Management of eating disorders for people with higher weight: clinical practice guideline. Journal of Eating Disorders.
- Treasure, J., Duarte, T. A., & Schmidt, U. (2020). Eating disorders. The Lancet, 395(10227), 899–911.
- American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders: DSM-5-TR. Washington, DC: American Psychiatric Association Publishing.











Leave a Reply