Anorexia Nervosa pada Anak: Tinjauan Ilmiah Berdasarkan ICD-11
Pendahuluan
Anorexia nervosa (AN) merupakan salah satu gangguan makan yang serius dan dapat terjadi sejak masa kanak-kanak hingga remaja. Kondisi ini ditandai oleh pembatasan asupan energi yang menyebabkan berat badan tidak memadai, disertai ketakutan yang intens terhadap peningkatan berat badan atau perilaku yang menghambat kenaikan berat badan, serta gangguan dalam pengalaman atau penilaian terhadap berat dan bentuk tubuh. Dalam ICD-11, anorexia nervosa termasuk dalam kelompok Feeding or Eating Disorders dengan kode 6B80. WHO menempatkan ICD-11 sebagai standar internasional untuk klasifikasi penyakit dan kondisi terkait kesehatan, sedangkan Clinical Descriptions and Diagnostic Requirements (CDDR) memberikan pedoman klinis untuk membantu diagnosis.
Pada anak, anorexia nervosa memiliki karakteristik perkembangan yang berbeda dibandingkan pada orang dewasa. Salah satu aspek terpenting adalah bahwa anak tidak selalu menunjukkan penurunan berat badan yang nyata. Anak dapat mengalami kegagalan memperoleh berat badan sesuai dengan pertumbuhan yang diharapkan, sementara tinggi badan dan perkembangan pubertas juga dapat mengalami perlambatan. Oleh karena itu, evaluasi harus menggunakan riwayat pertumbuhan dan kurva pertumbuhan berdasarkan usia dan jenis kelamin, bukan hanya menilai berat badan pada satu titik waktu.
Anorexia nervosa pada anak juga dapat muncul melalui perubahan perilaku yang bertahap. Anak dapat mulai mengurangi jumlah makanan, menghindari kelompok makanan tertentu, mengembangkan aturan makan yang kaku, meningkatkan aktivitas fisik secara berlebihan, atau menunjukkan kecemasan terhadap berat badan dan bentuk tubuh. Keluhan gastrointestinal seperti mual, nyeri perut, dan rasa cepat kenyang juga dapat muncul. Deteksi dini sangat penting karena malnutrisi pada masa pertumbuhan dapat mengganggu pertumbuhan linear, perkembangan pubertas, kesehatan tulang, serta fungsi berbagai sistem organ.
Definisi dan Klasifikasi ICD-11
- Dalam ICD-11, Anorexia Nervosa (6B80) merupakan diagnosis dalam kelompok gangguan makan dan perilaku makan. Diagnosis mempertimbangkan kondisi berat badan yang secara signifikan rendah atau tidak memadai, pola perilaku yang mempertahankan kondisi tersebut, serta psikopatologi yang berkaitan dengan berat dan bentuk tubuh. Pada anak dan remaja, interpretasi berat badan harus mempertimbangkan usia, jenis kelamin, pertumbuhan, dan tahap perkembangan.
- Salah satu perkembangan penting dalam pendekatan modern adalah pengakuan bahwa anak dengan anorexia nervosa dapat memiliki berat badan yang tampak relatif normal tetapi tetap mengalami gangguan serius apabila terjadi penurunan berat badan yang cepat atau kegagalan mempertahankan lintasan pertumbuhan yang semestinya. Karena itu, perubahan berat badan dan pertumbuhan dari waktu ke waktu memiliki nilai klinis yang sangat penting.
Tabel. Karakteristik Anorexia Nervosa pada Anak
| Aspek | Karakteristik |
|---|---|
| Klasifikasi ICD-11 | 6B80 – Anorexia Nervosa |
| Inti gangguan | Pembatasan asupan energi sehingga berat badan tidak memadai |
| Berat badan | Dapat berupa berat badan rendah atau kegagalan mencapai berat badan yang sesuai dengan pertumbuhan |
| Perilaku makan | Pembatasan makanan, penghindaran makanan tertentu, aturan makan yang kaku |
| Kekhawatiran berat/bentuk tubuh | Ketakutan terhadap kenaikan berat badan atau perilaku yang menghambat pemulihan berat badan |
| Aktivitas fisik | Dapat terjadi peningkatan atau aktivitas fisik kompulsif |
| Pertumbuhan | Perlambatan atau terhentinya pertumbuhan linear dapat terjadi |
| Pubertas | Dapat terjadi keterlambatan atau gangguan perkembangan pubertas |
| Status nutrisi | Risiko defisiensi energi, protein, vitamin, mineral, dan elektrolit |
| Komplikasi fisik | Bradikardia, hipotermia, dehidrasi, gangguan elektrolit, gangguan hormonal dan kesehatan tulang |
| Aspek psikologis | Distorsi citra tubuh, kecemasan terhadap berat badan, rigiditas perilaku makan |
| Evaluasi utama | Riwayat makan, perubahan berat badan, kurva pertumbuhan, pemeriksaan fisik, status nutrisi, dan evaluasi psikologis |
Sumber: WHO ICD-11 CDDR dan kajian klinis anorexia nervosa pada anak dan remaja.
Manifestasi Klinis
- Manifestasi anorexia nervosa pada anak dapat dimulai secara perlahan dan pada awalnya tidak selalu mudah dikenali. Perubahan yang dapat diamati meliputi pengurangan porsi makanan, menghindari makanan tertentu, semakin banyak berbicara mengenai kalori atau berat badan, makan dengan sangat lambat, mengembangkan aturan makan tertentu, atau menolak makan bersama keluarga. Sebagian anak juga meningkatkan aktivitas fisik secara berlebihan.
- Dari aspek fisik, malnutrisi dapat menyebabkan kelelahan, intoleransi terhadap dingin, kulit kering, rambut rontok, hipotermia, bradikardia, perubahan tekanan darah, dehidrasi, dan gangguan elektrolit. Pada anak, konsekuensi yang sangat penting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan pubertas. Malnutrisi yang berlangsung lama dapat menghambat pencapaian potensi tinggi badan dan memengaruhi kesehatan tulang.
Tabel. Tanda dan Gejala yang Perlu Diwaspadai
| Domain | Tanda/gejala yang dapat ditemukan |
|---|---|
| Makan | Mengurangi porsi, melewatkan makan, menghindari makanan tertentu |
| Perilaku | Ritual makan, aturan makan kaku, menghindari makan bersama |
| Berat badan | Penurunan berat badan atau tidak mengalami kenaikan sesuai pertumbuhan |
| Pertumbuhan | Perlambatan pertumbuhan tinggi badan |
| Pubertas | Pubertas terlambat atau terhenti |
| Aktivitas | Olahraga atau aktivitas fisik berlebihan |
| Psikologis | Takut gemuk, perhatian berlebihan terhadap berat/bentuk tubuh |
| Sosial | Menarik diri dari keluarga atau aktivitas sosial |
| Gastrointestinal | Mual, nyeri perut, kembung, konstipasi, cepat kenyang |
| Kardiovaskular | Denyut jantung lambat, hipotensi, intoleransi ortostatik |
| Termoregulasi | Mudah merasa dingin, suhu tubuh rendah |
| Kulit/rambut | Kulit kering, rambut menipis atau rontok |
Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
- Perbedaan paling penting dalam evaluasi anorexia nervosa pada anak adalah perlunya memperhatikan lintasan pertumbuhan individual. Berat badan yang tampak tidak berubah selama beberapa bulan dapat sebenarnya merupakan tanda patologis apabila anak seharusnya mengalami kenaikan berat badan seiring pertambahan tinggi badan dan usia. Dengan demikian, satu nilai berat badan atau BMI tidak cukup untuk menggambarkan kondisi klinis anak.
- Malnutrisi yang berlangsung selama periode pertumbuhan dapat menyebabkan perlambatan pertumbuhan linear dan keterlambatan pubertas. Kajian menunjukkan bahwa semakin lama malnutrisi berlangsung, semakin besar risiko terganggunya pencapaian potensi pertumbuhan. Deteksi dan intervensi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang pemulihan pertumbuhan.
Diagnosis Banding
- Diagnosis anorexia nervosa pada anak harus dilakukan secara komprehensif. Penurunan berat badan atau kegagalan pertumbuhan tidak selalu disebabkan oleh gangguan makan. Kondisi medis seperti penyakit gastrointestinal kronis, penyakit celiac, penyakit inflamasi usus, diabetes melitus, gangguan endokrin, infeksi kronis, maupun penyakit sistemik lainnya perlu dipertimbangkan.
- Selain kondisi medis, ARFID merupakan diagnosis banding penting. Pada ARFID, pembatasan atau penghindaran makanan terutama berkaitan dengan kurangnya minat makan, karakteristik sensorik makanan, atau kekhawatiran terhadap konsekuensi makan, dan bukan terutama karena keinginan untuk menurunkan berat badan atau ketakutan menjadi gemuk. Pembedaan ini penting untuk menentukan diagnosis dan intervensi yang tepat.
Tabel. Perbandingan Anorexia Nervosa dan ARFID pada Anak
| Aspek | Anorexia Nervosa | ARFID |
|---|---|---|
| Pembatasan makanan | Ya | Ya |
| Kekhawatiran menjadi gemuk | Karakteristik penting | Bukan penyebab utama |
| Gangguan persepsi berat/bentuk tubuh | Umumnya ada | Tidak menjadi dasar diagnosis |
| Penyebab pembatasan | Terutama terkait berat/bentuk tubuh dan kontrol berat badan | Sensorik, kurang minat makan, atau takut konsekuensi makan |
| Gangguan pertumbuhan | Dapat terjadi | Dapat terjadi |
| Kekurangan nutrisi | Dapat terjadi | Dapat terjadi |
| Kategori ICD-11 | 6B80 | 6B83 |
Perbedaan tersebut penting terutama pada anak dengan pola makan sangat terbatas.
Komplikasi
- Anorexia nervosa dapat menyebabkan komplikasi multisistem akibat kekurangan energi dan nutrisi. Pada anak, konsekuensi tersebut memiliki arti khusus karena terjadi pada periode pertumbuhan aktif. Komplikasi dapat meliputi gangguan kardiovaskular, endokrin, gastrointestinal, hematologis, neurologis, serta gangguan kesehatan tulang.
- Gangguan pertumbuhan dan pubertas merupakan komplikasi yang sangat penting. Malnutrisi dapat mengganggu sistem hormonal yang diperlukan untuk pertumbuhan dan maturasi seksual. Selain itu, kekurangan nutrisi dalam jangka panjang dapat menurunkan kepadatan mineral tulang dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan tulang.
Penatalaksanaan
- Penanganan anorexia nervosa pada anak membutuhkan pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter anak, tenaga kesehatan jiwa, ahli gizi, serta keluarga atau pengasuh. Tujuan utama meliputi stabilisasi kondisi medis, pemulihan status nutrisi dan pertumbuhan, pemulihan pola makan, serta penanganan faktor psikologis dan keluarga yang mempertahankan gangguan.
- Pada anak dan remaja, keterlibatan keluarga merupakan komponen penting dalam terapi. Evaluasi medis secara berkala diperlukan untuk memantau tanda vital, status hidrasi, elektrolit, perubahan berat badan, pertumbuhan, serta perkembangan pubertas. Pendekatan terapi harus disesuaikan dengan usia, tingkat keparahan, kondisi medis, dan kebutuhan psikososial pasien. Pedoman klinis pediatrik menekankan pentingnya identifikasi dini dan penanganan komprehensif.
Kesimpulan
- Anorexia nervosa pada anak merupakan gangguan makan serius yang dapat mengancam kesehatan fisik, pertumbuhan, perkembangan pubertas, kesehatan tulang, dan fungsi psikososial. Dalam ICD-11, anorexia nervosa diklasifikasikan sebagai 6B80. Diagnosis pada anak membutuhkan pendekatan yang mempertimbangkan perkembangan karena penyakit dapat muncul sebagai kegagalan memperoleh berat badan yang sesuai dengan pertumbuhan, bukan hanya sebagai penurunan berat badan yang nyata.
- Deteksi dini menjadi sangat penting. Pemantauan berat badan, tinggi badan, BMI sesuai usia dan jenis kelamin, lintasan pertumbuhan, perkembangan pubertas, pola makan, aktivitas fisik, serta kondisi psikologis perlu dilakukan secara terpadu. Diagnosis juga harus mempertimbangkan kemungkinan penyakit medis dan gangguan makan lain seperti ARFID.
- Dengan pendekatan multidisiplin dan intervensi yang dilakukan sedini mungkin, risiko komplikasi jangka panjang dapat dikurangi dan peluang pemulihan pertumbuhan serta perkembangan anak dapat ditingkatkan.
Daftar Pustaka
- World Health Organization. (2024). Clinical Descriptions and Diagnostic Requirements for ICD-11 Mental, Behavioural and Neurodevelopmental Disorders. Geneva: World Health Organization.
- Herpertz-Dahlmann, B., et al. The Diagnosis and Treatment of Anorexia Nervosa in Childhood and Adolescence. Artikel tinjauan klinis mengenai diagnosis, komplikasi, dan tata laksana anorexia nervosa pada anak dan remaja.
- Early-onset anorexia nervosa: a scoping review and management guidelines. Kajian mengenai karakteristik klinis, pertumbuhan, diagnosis banding, dan penatalaksanaan anorexia nervosa onset dini.
- Anorexia nervosa in children and adolescents: an early detection of risk factors. Kajian mengenai deteksi dini, faktor risiko, manifestasi klinis, dan evaluasi pediatrik.
- Linear growth in young people with restrictive eating disorders: “Inching” toward consensus. Kajian mengenai dampak gangguan makan restriktif terhadap pertumbuhan linear dan perkembangan anak serta remaja.
- Lock, J., & La Via, M. C. (2015). Practice parameter for the assessment and treatment of children and adolescents with eating disorders. Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychiatry, 54(5), 412–425.
- Diagnosis and treatment of eating disorders in children and adolescents. (2024). Jornal de Pediatria. Tinjauan mengenai identifikasi, diagnosis, komplikasi, dan penatalaksanaan gangguan makan pada populasi pediatrik.
- Children in Need—Diagnostics, Epidemiology, Treatment and Outcome of Early Onset Anorexia Nervosa. Kajian mengenai epidemiologi, diagnosis, komplikasi medis, dan hasil klinis anorexia nervosa onset dini.










Leave a Reply