Klinik Picky Eaters

KLINIK KESULITAN MAKAN & GANGGUAN BERAT BADAN

Review Jurnal: Feeding Problems pada Anak dengan Gangguan Perkembangan (Developmental Disabilities)

Review Jurnal: Feeding Problems pada Anak dengan Gangguan Perkembangan (Developmental Disabilities)

Berdasarkan: Mumena WA, et al. Investigation of Feeding Problems and Their Associated Factors in Children with Developmental Disabilities in Saudi Arabia. Nutrients. 2026;18(2):356.

Anak dengan gangguan perkembangan (developmental disabilities/DD), seperti cerebral palsy, autism spectrum disorder, sindrom genetik, dan keterlambatan perkembangan, memiliki risiko lebih tinggi mengalami feeding problems yang dapat berujung pada malnutrisi, gangguan pertumbuhan, serta penurunan kualitas hidup. Meskipun masalah makan pada kelompok ini sering dijumpai, faktor-faktor yang memengaruhinya masih belum banyak diteliti. Oleh karena itu, Mumena dan kolega melakukan penelitian potong lintang terhadap 160 anak usia 2–18 tahun yang berasal dari sembilan pusat disabilitas dan sekolah di Madinah, Arab Saudi, untuk mengevaluasi jenis feeding problems dan faktor-faktor yang berkaitan dengannya.

Penelitian menggunakan instrumen Screening Tool of Feeding Problems (STEP-AR) yang telah tervalidasi. Instrumen ini menilai lima domain utama, yaitu risiko aspirasi, penolakan makan (food refusal), selektivitas makanan (food selectivity), perilaku makan (nutrition behaviors), dan keterampilan makan (feeding skills). Selain itu, peneliti mengumpulkan data sosiodemografi, kondisi kesehatan, status gizi, serta pola konsumsi makanan melalui wawancara telepon dengan pengasuh. Pendekatan ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai hubungan antara kondisi anak, lingkungan keluarga, dan masalah makan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan keterampilan makan (feeding skills) dan selektivitas makanan (food selectivity) merupakan masalah yang paling sering ditemukan. Sekitar 39,3% anak belum mampu makan sendiri, 33,1% menunjukkan perilaku makan berlebihan (overeating), dan 31,2% memiliki perilaku mirip pica (memakan benda yang bukan makanan). Selain itu, 28,7% mengalami kesulitan mengunyah, 25,6% memiliki asupan makanan yang terbatas, dan 21,2% mengalami kesulitan menelan, sedangkan masalah aspirasi ditemukan dengan frekuensi yang lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa feeding problems pada anak dengan gangguan perkembangan tidak hanya berkaitan dengan jumlah makanan yang dikonsumsi, tetapi juga melibatkan keterampilan oral-motor dan perilaku makan.

Analisis regresi linear menunjukkan bahwa beberapa faktor sosiodemografi berhubungan secara bermakna dengan feeding problems, yaitu tingkat pendidikan pengasuh, pendapatan keluarga, hubungan pengasuh dengan anak, serta pengaturan tempat tinggal anak. Menariknya, penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara asupan makanan harian dengan tingkat feeding problems. Hal tersebut mengindikasikan bahwa masalah makan pada anak dengan gangguan perkembangan tidak dapat dinilai hanya dari jumlah makanan yang dikonsumsi, tetapi harus mempertimbangkan aspek perilaku, fungsi oral-motor, lingkungan keluarga, dan kualitas interaksi saat makan.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa feeding problems pada anak dengan gangguan perkembangan bersifat multidimensional dan memerlukan pendekatan yang komprehensif. Intervensi tidak cukup hanya berupa perbaikan pola makan, tetapi juga harus mencakup terapi oral-motor, terapi perilaku, edukasi pengasuh, serta pendampingan keluarga. Temuan ini sejalan dengan konsep Pediatric Feeding Disorder (PFD) yang menekankan bahwa gangguan makan merupakan interaksi antara faktor medis, nutrisi, keterampilan makan, dan psikososial. Oleh karena itu, skrining dini menggunakan instrumen yang tervalidasi dan penanganan oleh tim multidisiplin sangat penting untuk mencegah malnutrisi, memperbaiki pertumbuhan, dan meningkatkan kualitas hidup anak dengan gangguan perkembangan.

Referensi:

  • Mumena WA, Zaher S, Althowebi M, et al. Investigation of Feeding Problems and Their Associated Factors in Children with Developmental Disabilities in Saudi Arabia. Nutrients. 2026;18(2):356. doi:10.3390/nu18020356.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *