Pediatric Feeding Disorder (PFD): Pengenalan, Diagnosis, dan Penatalaksanaan Berbasis Bukti
Pediatric Feeding Disorder (PFD) merupakan gangguan makan pada bayi dan anak yang bersifat kompleks, melibatkan interaksi faktor medis, nutrisi, keterampilan makan (feeding skills), dan psikososial. Konsensus internasional tahun 2019 mendefinisikan PFD sebagai gangguan asupan oral yang tidak sesuai usia dan disertai disfungsi pada satu atau lebih dari empat domain tersebut. Tanpa diagnosis dan intervensi yang tepat, PFD dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, malnutrisi, keterlambatan perkembangan, ketergantungan nutrisi enteral, serta meningkatkan beban psikologis keluarga. Artikel ini membahas definisi, epidemiologi, faktor risiko, etiologi, manifestasi klinis, diagnosis, dan penatalaksanaan PFD berdasarkan literatur ilmiah terbaru.
Gangguan makan merupakan salah satu masalah yang paling sering dijumpai pada bayi dan anak. Sebagian besar bersifat ringan, misalnya picky eating, namun sebagian berkembang menjadi gangguan makan yang bermakna secara klinis sehingga memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas hidup anak.
Sebelum tahun 2019 belum terdapat definisi yang seragam mengenai gangguan makan anak. Akibatnya, istilah seperti feeding difficulty, feeding disorder, oral aversion, atau failure to thrive digunakan secara tidak konsisten. Konsensus internasional yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition memperkenalkan istilah Pediatric Feeding Disorder (PFD) sebagai definisi standar yang berlandaskan kerangka International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF) dari WHO. Pendekatan ini menilai fungsi anak secara menyeluruh sehingga diagnosis dan terapi menjadi lebih terarah
Definisi Pediatric Feeding Disorder
Pediatric Feeding Disorder adalah gangguan asupan makan melalui mulut yang tidak sesuai dengan usia, terjadi setiap hari selama sedikitnya dua minggu, serta disertai gangguan pada satu atau lebih domain berikut:
- Domain medis.
- Domain nutrisi.
- Domain keterampilan makan (feeding skills).
- Domain psikososial.
PFD berbeda dengan picky eater yang umumnya masih mampu memenuhi kebutuhan nutrisi dan mempertahankan pertumbuhan normal. Selain itu, PFD juga harus dibedakan dari gangguan makan yang berkaitan dengan persepsi bentuk tubuh, seperti anoreksia nervosa.
Epidemiologi
Feeding difficulties diperkirakan dialami sekitar 20–35% anak sehat dan dapat mencapai lebih dari 80% pada anak dengan gangguan neurologis atau perkembangan. Risiko PFD meningkat pada bayi prematur, anak dengan penyakit kronis, kelainan kongenital, gangguan genetik, autisme, cerebral palsy, maupun anak yang pernah mengalami pengalaman makan yang traumatis
Etiologi
PFD merupakan gangguan multifaktorial. Pada banyak pasien, lebih dari satu faktor berperan secara bersamaan sehingga evaluasi harus dilakukan secara komprehensif.
Faktor Medis
Gangguan medis dapat menghambat kemampuan anak untuk makan secara aman dan efektif. Penyakit saluran cerna seperti GERD, eosinophilic esophagitis, penyakit celiac, gangguan motilitas usus, dan gastroparesis sering menimbulkan nyeri, muntah, atau rasa tidak nyaman saat makan. Kelainan neurologis, seperti cerebral palsy, stroke, epilepsi, dan penyakit neuromuskular, dapat mengganggu koordinasi mengisap, menelan, dan bernapas.
Selain itu, penyakit jantung bawaan, penyakit paru kronis, fibrosis kistik, celah bibir dan langit-langit, atresia esofagus, laringomalasia, sindrom Down, Pierre Robin sequence, CHARGE syndrome, serta prematuritas merupakan penyebab penting PFD
Faktor Nutrisi
Gangguan nutrisi terjadi ketika asupan makanan tidak mampu memenuhi kebutuhan metabolik anak. Penyebabnya meliputi alergi protein susu sapi, alergi makanan lainnya, intoleransi laktosa, diet eliminasi yang terlalu ketat, keterbatasan variasi makanan akibat gangguan sensorik, penggunaan formula yang tidak tepat, maupun sindrom malabsorpsi.
Akibatnya dapat timbul gangguan pertumbuhan, defisiensi zat besi, vitamin D, seng, dan berbagai mikronutrien lainnya
Faktor Keterampilan Makan (Feeding Skills)
Kemampuan makan memerlukan koordinasi kompleks antara fungsi oral-motor, sensorik, dan neurologis. Gangguan dapat berupa koordinasi mengisap-menelan-bernapas yang belum matang, kelemahan otot mulut, disfagia, keterlambatan transisi tekstur makanan, penggunaan botol terlalu lama, serta kurangnya paparan terhadap variasi makanan sesuai usia.
Kelainan anatomi, seperti celah langit-langit, mikrognatia, atau kelainan struktur rongga mulut, juga dapat menyebabkan gangguan makan.
Faktor Psikososial
Faktor psikososial memengaruhi hubungan antara anak dan pengasuh selama proses makan. Anak dengan Autism Spectrum Disorder sering mengalami selektivitas makanan yang berat. Gangguan perilaku, trauma akibat tersedak, pengalaman dipaksa makan, kecemasan orang tua, depresi pascapersalinan, pola asuh yang tidak responsif, hingga keterbatasan akses terhadap makanan bergizi dapat memperburuk PFD.
Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis PFD sangat bervariasi sesuai usia dan penyebab yang mendasarinya. Bayi dapat mengalami hisapan lemah, cepat lelah saat menyusu, muntah berulang, tersedak, atau gagal meningkatkan berat badan. Pada balita sering dijumpai penolakan makan, hanya mau makanan tertentu, makan sangat lama, kesulitan berpindah tekstur makanan, atau ketergantungan pada makanan cair.
Pada kasus berat dapat terjadi malnutrisi, dehidrasi, gangguan tumbuh kembang, hingga ketergantungan selang makan.
Diagnosis
Diagnosis PFD memerlukan pendekatan multidisiplin. Evaluasi dimulai dengan anamnesis rinci mengenai pola makan, riwayat perkembangan, penyakit penyerta, riwayat alergi, dan dinamika makan dalam keluarga.
Pemeriksaan fisik mencakup penilaian status gizi, kurva pertumbuhan WHO, pemeriksaan neurologis, fungsi oral-motor, dan tanda penyakit sistemik. Pemeriksaan penunjang dilakukan sesuai indikasi, antara lain videofluoroscopic swallow study (VFSS) atau fiberoptic endoscopic evaluation of swallowing (FEES) untuk disfagia, pemeriksaan alergi bila dicurigai alergi makanan, evaluasi nutrisi, serta pemeriksaan laboratorium atau endoskopi bila diperlukan.
Penatalaksanaan
Terapi PFD harus bersifat individual dan berfokus pada penyebab yang mendasari. Tata laksana meliputi pengobatan penyakit medis seperti GERD atau alergi makanan, optimalisasi asupan nutrisi oleh ahli gizi, terapi oral-motor dan menelan oleh terapis wicara, serta intervensi perilaku dan psikososial untuk memperbaiki hubungan makan antara anak dan pengasuh.
Keterlibatan keluarga merupakan komponen penting. Edukasi mengenai responsive feeding, penghindaran pemaksaan makan, serta penciptaan suasana makan yang positif terbukti meningkatkan keberhasilan terapi.
Peran Tim Multidisiplin
Keberhasilan penatalaksanaan PFD memerlukan kolaborasi antara dokter anak, gastroenterolog anak, ahli gizi, terapis wicara, terapis okupasi, psikolog, psikiater anak bila diperlukan, konselor laktasi, serta perawat. Pendekatan multidisiplin memungkinkan seluruh faktor penyebab ditangani secara terpadu sehingga hasil terapi menjadi lebih optimal.
Prognosis
Sebagian besar anak menunjukkan perbaikan apabila diagnosis ditegakkan lebih awal dan intervensi dilakukan sesuai penyebab. Sebaliknya, keterlambatan penanganan meningkatkan risiko malnutrisi kronis, gangguan perkembangan, keterlambatan bicara, gangguan perilaku makan, ketergantungan nutrisi enteral, dan stres berkepanjangan pada keluarga.
Kesimpulan
Pediatric Feeding Disorder merupakan gangguan makan yang kompleks dan multidimensional. Diagnosis tidak cukup hanya menilai perilaku makan, tetapi harus mengevaluasi empat domain utama, yaitu medis, nutrisi, keterampilan makan, dan psikososial. Pendekatan multidisiplin, identifikasi penyebab secara dini, serta keterlibatan aktif keluarga merupakan kunci keberhasilan terapi. Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar anak dapat mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas hidup yang optimal
Daftar Pustaka
- Daley SF, Riaz Y, Sergi C. Pediatric Feeding Disorders: Recognition, Diagnosis, and Management. StatPearls Publishing. Last Update: June 13, 2025.
- Goday PS, Huh SY, Silverman A, et al. Pediatric Feeding Disorder: Consensus Definition and Conceptual Framework. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition. 2019;68(1):124–129.
- Kerzner B, Milano K, MacLean WC Jr, et al. A Practical Approach to Classifying and Managing Feeding Difficulties in Children. Pediatrics. 2015;135(2):344–353.
- Silverman AH, et al. Pediatric Feeding Disorder: Current State of Knowledge. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition. 2020.









Leave a Reply