Prevalensi Feeding Difficulties pada Anak dengan Alergi Makanan Non-IgE: Tinjauan Sistematis Terbaru
Feeding difficulties (kesulitan makan) merupakan masalah yang sering ditemukan pada anak dengan alergi makanan non-IgE. Berbeda dengan alergi IgE yang menimbulkan reaksi cepat seperti biduran atau anafilaksis, alergi non-IgE umumnya menyebabkan gejala saluran cerna yang berlangsung kronis, seperti muntah, refluks, diare, konstipasi, nyeri perut, hingga gangguan pertumbuhan. Kondisi ini dapat membuat anak mengalami pengalaman makan yang tidak nyaman sehingga berkembang menjadi perilaku menolak makan.
Sebuah systematic review yang diterbitkan dalam Clinical & Experimental Allergy tahun 2026 oleh Tomlin ML dkk. meninjau berbagai penelitian mengenai prevalensi feeding difficulties pada anak dengan alergi makanan non-IgE. Kajian ini menegaskan bahwa gangguan makan merupakan komplikasi yang cukup sering terjadi pada kelompok anak tersebut dan memerlukan perhatian sejak dini
Ringkasan Hasil Penelitian
| Aspek | Temuan |
|---|---|
| Judul | Prevalence of Feeding Difficulties in Children With Non-IgE Mediated Food Allergies: A Systematic Review |
| Jurnal | Clinical & Experimental Allergy |
| Tahun | 2026 |
| Jenis penelitian | Systematic Review |
| Populasi | Anak dengan alergi makanan non-IgE |
| Tujuan | Menilai prevalensi dan karakteristik feeding difficulties pada anak dengan alergi makanan non-IgE |
| Kesimpulan utama | Feeding difficulties sering ditemukan pada anak dengan alergi makanan non-IgE dan memerlukan deteksi serta intervensi dini. |
Mengapa Alergi Non-IgE Menyebabkan Feeding Difficulties?
Peradangan kronis pada saluran cerna dapat menyebabkan:
- Nyeri saat makan.
- Mual dan muntah.
- Refluks (GERD).
- Cepat kenyang.
- Sensitivitas terhadap tekstur makanan.
- Penolakan terhadap makanan tertentu.
- Pengalaman makan yang tidak menyenangkan sehingga anak menghindari makan.
Akibatnya, anak dapat mengalami berbagai bentuk feeding difficulties, mulai dari picky eater, food refusal, hingga Pediatric Feeding Disorder (PFD).
Bentuk Feeding Difficulties yang Sering Dijumpai
| Jenis Gangguan | Gambaran Klinis |
|---|---|
| Picky eater | Pilih-pilih makanan tetapi masih mau makan beberapa jenis makanan. |
| Selective eating | Hanya mau makanan dengan tekstur, warna, atau merek tertentu. |
| Food refusal | Menolak makan, menangis, atau memuntahkan makanan. |
| Food neophobia | Takut mencoba makanan baru. |
| Oral motor difficulties | Sulit mengunyah atau menelan. |
| Pediatric Feeding Disorder (PFD) | Gangguan makan yang berdampak pada status gizi, keterampilan makan, kondisi medis, atau aspek psikososial. |
Implikasi Klinis
Hasil tinjauan sistematis ini menunjukkan bahwa evaluasi anak dengan alergi makanan non-IgE tidak cukup hanya berfokus pada pengendalian gejala alergi. Dokter juga perlu menilai:
- Status gizi dan pertumbuhan.
- Kecukupan asupan nutrisi.
- Perilaku makan anak.
- Kemampuan oral-motor.
- Hubungan orang tua dan anak saat makan.
Pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter anak, ahli gizi, terapis wicara atau okupasi (bila diperlukan), serta keluarga dapat membantu memperbaiki kualitas makan dan mencegah gangguan pertumbuhan.
Kesimpulan
Feeding difficulties merupakan komplikasi yang umum pada anak dengan alergi makanan non-IgE. Tinjauan sistematis terbaru yang dipublikasikan di Clinical & Experimental Allergy (2026) menegaskan pentingnya skrining dini terhadap gangguan makan pada kelompok ini. Penanganan yang tidak hanya mengatasi alergi, tetapi juga memperhatikan aspek nutrisi, keterampilan makan, dan psikososial, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas hidup anak.
Referensi
Tomlin ML, Bendall C, Loke P, Bennett CJ. Prevalence of Feeding Difficulties in Children With Non-IgE Mediated Food Allergies: A Systematic Review. Clinical & Experimental Allergy. Published online June 25, 2026. doi: 10.1111/cea.70367.





Leave a Reply