Pediatric Feeding Disorder (PFD): Gangguan Makan pada Anak yang Memerlukan Pendekatan Multidisiplin
Pediatric Feeding Disorder (PFD) merupakan gangguan makan pada bayi dan anak yang semakin banyak dikenali sebagai masalah kesehatan yang kompleks. Selama bertahun-tahun, anak yang mengalami kesulitan makan sering hanya disebut sebagai picky eater atau dianggap memiliki masalah perilaku semata. Padahal, sebagian anak mengalami gangguan makan yang lebih serius sehingga menyebabkan malnutrisi, gangguan pertumbuhan, keterlambatan perkembangan, hingga penurunan kualitas hidup anak dan keluarganya.
Pada tahun 2019, konsensus internasional yang dipimpin oleh Goday dan kolega mendefinisikan Pediatric Feeding Disorder (PFD) sebagai gangguan asupan makan yang tidak sesuai dengan usia dan berlangsung sedikitnya dua minggu, disertai gangguan pada satu atau lebih dari empat domain utama, yaitu medis, nutrisi, keterampilan makan (feeding skills), dan psikososial. Definisi ini menekankan bahwa PFD bukan hanya masalah perilaku makan, melainkan suatu kondisi multidimensional yang memerlukan evaluasi dan tata laksana secara komprehensif.
Definisi Pediatric Feeding Disorder
Pediatric Feeding Disorder adalah gangguan kemampuan anak untuk mengonsumsi makanan atau cairan yang sesuai dengan kebutuhan usia sehingga mengganggu pertumbuhan, status gizi, kesehatan, atau fungsi sehari-hari. Diagnosis ditegakkan apabila gangguan berlangsung minimal dua minggu dan terdapat gangguan pada sedikitnya satu dari empat domain utama.
Berbeda dengan istilah feeding difficulties, yang merupakan istilah umum untuk berbagai bentuk kesulitan makan, PFD memiliki kriteria diagnostik yang lebih jelas dan berdampak secara klinis. Tidak semua anak yang pilih-pilih makanan mengalami PFD, tetapi semua anak dengan PFD mengalami gangguan makan yang bermakna.
Epidemiologi
Kesulitan makan dialami sekitar 20–35% anak sehat, sedangkan pada anak dengan penyakit kronis, gangguan perkembangan, atau kelainan neurologis prevalensinya dapat mencapai 80%. PFD lebih sering ditemukan pada bayi prematur, anak dengan cerebral palsy, autisme, kelainan jantung bawaan, penyakit saluran cerna, alergi makanan, serta berbagai kelainan genetik.
Peningkatan kesadaran tenaga kesehatan terhadap PFD menyebabkan diagnosis kondisi ini semakin sering ditegakkan dalam praktik pediatri.
Empat Domain Pediatric Feeding Disorder
Domain Medis
Gangguan medis merupakan penyebab tersering PFD. Berbagai penyakit dapat menyebabkan nyeri, mual, muntah, atau gangguan menelan sehingga anak menghindari makan.
Contoh kondisi medis meliputi:
– Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)
– Alergi makanan IgE maupun non-IgE
– Eosinophilic esophagitis
– Kelainan neurologis
– Penyakit jantung bawaan
– Penyakit paru kronis
– Kelainan anatomi rongga mulut atau saluran cerna
Domain Nutrisi
Gangguan makan dapat menyebabkan asupan energi dan zat gizi tidak mencukupi sehingga timbul berbagai masalah nutrisi.
Manifestasi yang sering ditemukan meliputi:
– Berat badan sulit naik
– Failure to thrive
– Stunting
– Defisiensi zat besi
– Defisiensi vitamin D
– Defisiensi seng
– Ketergantungan suplemen atau nutrisi enteral
Domain Feeding Skills
Feeding skills merupakan kemampuan motorik oral yang diperlukan untuk makan sesuai tahap perkembangan.
Gangguan dapat berupa:
– Sulit mengisap pada bayi
– Sulit mengunyah
– Sulit menelan (disfagia)
– Keterlambatan transisi tekstur makanan
– Hipersensitivitas oral
– Gangguan koordinasi mengisap–menelan–bernapas
Gangguan ini sering ditemukan pada bayi prematur maupun anak dengan gangguan neurologis.
Domain Psikososial
Interaksi antara anak dan pengasuh sangat memengaruhi keberhasilan makan.
Gangguan psikososial dapat berupa:
– Anak sangat cemas saat makan.
– Orang tua memaksa anak makan.
– Konflik berkepanjangan selama waktu makan.
– Durasi makan lebih dari 30–45 menit.
– Lingkungan makan tidak kondusif.
Bila tidak ditangani, kondisi ini dapat memperburuk feeding difficulties meskipun penyebab medis telah teratasi.
Penyebab Pediatric Feeding Disorder
PFD hampir selalu bersifat multifaktorial. Beberapa penyebab yang paling sering meliputi:
– Bayi prematur
– Gangguan oral-motor
– Alergi makanan
– GERD
– Kelainan neurologis
– Gangguan sensorik
– Autisme
– Penyakit kronis
– Trauma atau pengalaman makan yang menyakitkan
– Pola pemberian makan yang kurang tepat
Gejala Klinis
Gejala PFD sangat bervariasi tergantung penyebab yang mendasarinya.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
– Menolak makan secara terus-menerus.
– Hanya mau beberapa jenis makanan.
– Sangat sensitif terhadap tekstur makanan.
– Mudah muntah saat makan.
– Tersedak atau batuk saat makan.
– Makan membutuhkan waktu sangat lama.
– Berat badan sulit naik.
– Gangguan pertumbuhan.
– Membutuhkan distraksi berlebihan agar mau makan.
Diagnosis
Diagnosis PFD dilakukan melalui pendekatan multidisiplin dengan mengevaluasi keempat domain utama.
Pemeriksaan meliputi:
– Riwayat makan secara rinci.
– Kurva pertumbuhan.
– Pemeriksaan fisik.
– Evaluasi nutrisi.
– Penilaian kemampuan oral-motor.
– Observasi proses makan.
– Pemeriksaan penunjang sesuai indikasi, seperti videofluoroscopic swallow study, endoskopi, atau pemeriksaan alergi.
Tidak semua anak memerlukan pemeriksaan laboratorium atau radiologi; pemeriksaan dipilih berdasarkan dugaan penyebab.
Tata Laksana
Penatalaksanaan PFD harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya dan melibatkan berbagai disiplin ilmu.
Pendekatan terapi meliputi:
– Mengatasi penyakit medis yang mendasari.
– Memenuhi kebutuhan nutrisi.
– Terapi oral-motor dan menelan.
– Modifikasi tekstur makanan.
– Edukasi orang tua mengenai responsive feeding.
– Terapi perilaku bila diperlukan.
– Pendampingan psikologis pada anak dan keluarga.
Pada kasus berat, dukungan nutrisi enteral melalui selang makan mungkin diperlukan sementara waktu.
Prognosis
Sebagian besar anak menunjukkan perbaikan apabila penyebab utama dikenali dan ditangani sejak dini. Sebaliknya, keterlambatan diagnosis dapat menyebabkan malnutrisi, gangguan pertumbuhan, defisiensi mikronutrien, keterlambatan perkembangan, serta masalah psikososial yang menetap hingga usia sekolah.
Kesimpulan
Pediatric Feeding Disorder merupakan gangguan makan yang kompleks dan multidimensional. Diagnosis tidak hanya didasarkan pada perilaku makan, tetapi juga mempertimbangkan aspek medis, nutrisi, keterampilan makan, dan psikososial. Pendekatan multidisiplin sangat penting untuk mengatasi akar masalah, memperbaiki status gizi, mendukung tumbuh kembang, serta meningkatkan kualitas hidup anak dan keluarganya. Deteksi dan intervensi dini merupakan kunci keberhasilan penatalaksanaan PFD.
Daftar Pustaka
1. Goday PS, Huh SY, Silverman A, et al. Pediatric Feeding Disorder: Consensus Definition and Conceptual Framework. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition. 2019;68(1):124–129.
2. Silverman AH, Berlin KS, Rudolph CD, et al. Pediatric Feeding Disorder: Current State of Knowledge. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition. 2020.
3. Kerzner B, Milano K, MacLean WC Jr, et al. A Practical Approach to Classifying and Managing Feeding Difficulties. Pediatrics. 2015;135(2):344–353.
4. Bryant-Waugh R. Feeding and Eating Disorders in Infancy and Early Childhood. Current Opinion in Psychiatry. 2019.










Leave a Reply