Gangguan Pertumbuhan pada Anak (Growth Disorders)
Widodo Judarwanto, Audi Yudhasmara
Gangguan pertumbuhan pada anak (Growth Disorders) adalah kelompok kondisi yang menyebabkan pertumbuhan berat badan, panjang atau tinggi badan, serta perkembangan fisik anak tidak sesuai dengan potensi genetik dan kurva pertumbuhan yang diharapkan. Gangguan ini dapat berupa gangguan pertumbuhan berat badan, gangguan pertumbuhan tinggi badan, atau kombinasi keduanya. Penyebabnya sangat beragam, mulai dari variasi pertumbuhan normal, kekurangan gizi, penyakit kronis, gangguan hormon, kelainan genetik, hingga gangguan pertumbuhan yang telah dimulai sejak dalam kandungan.
Tabel. Klasifikasi Gangguan Pertumbuhan pada Anak
| Kelompok | Kondisi | Definisi Singkat | Penyebab Utama |
|---|---|---|---|
| Gangguan pertumbuhan berat badan | Faltering Weight | Perlambatan kenaikan berat badan atau penurunan berat badan yang tidak sesuai usia dan jenis kelamin | Asupan tidak adekuat, gangguan makan, penyakit kronis, gangguan absorpsi, infeksi |
| Underweight | Berat badan menurut umur di bawah −2 SD | Kekurangan gizi, penyakit kronis | |
| Wasting | Berat badan menurut tinggi badan atau BMI menurut umur di bawah −2 SD, menunjukkan malnutrisi akut | Kekurangan gizi akut, infeksi berat | |
| Gangguan pertumbuhan tinggi badan | Stunting | Tinggi badan menurut umur (HAZ) di bawah −2 SD akibat gangguan pertumbuhan linear kronis | Malnutrisi kronis, infeksi berulang, faktor lingkungan |
| Short Stature | Tinggi badan di bawah −2 SD tanpa memandang penyebab | Variasi normal atau penyakit | |
| Variasi pertumbuhan normal | Familial Short Stature (FSS) | Anak bertubuh pendek sesuai potensi genetik keluarga dengan kecepatan pertumbuhan normal | Faktor genetik |
| Constitutional Growth Delay (CGD) | Pertumbuhan dan pubertas terlambat, tetapi akhirnya mencapai tinggi badan sesuai potensi genetik | Variasi maturasi biologis | |
| Gangguan pertumbuhan prenatal | Small for Gestational Age (SGA) | Berat dan atau panjang badan lahir lebih kecil dibanding usia kehamilan | Gangguan pertumbuhan janin, insufisiensi plasenta |
| Intrauterine Growth Restriction (IUGR) atau Fetal Growth Restriction (FGR) | Pertumbuhan janin terhambat selama kehamilan | Gangguan plasenta, penyakit ibu, infeksi, malnutrisi | |
| Gangguan pertumbuhan hormonal | Endocrine Growth Disorders | Gangguan pertumbuhan akibat kelainan hormonal | Defisiensi hormon pertumbuhan, hipotiroidisme, sindrom Cushing |
| Gangguan pertumbuhan genetik | Genetic Growth Disorders | Gangguan pertumbuhan akibat kelainan kromosom atau gen | Sindrom Turner, sindrom Noonan, sindrom Silver-Russell, skeletal dysplasia |
| Gangguan pertumbuhan akibat penyakit kronis | Secondary Growth Disorders | Gangguan pertumbuhan sebagai akibat penyakit sistemik | Penyakit jantung bawaan, penyakit ginjal kronis, penyakit hati kronis, penyakit celiac, penyakit radang usus, tuberkulosis, penyakit paru kronis |
Pendekatan Klinis Gangguan Pertumbuhan
Dalam praktik klinis, evaluasi gangguan pertumbuhan sebaiknya dilakukan secara bertahap.
1. Gangguan pertumbuhan berat badan.
- Kelompok ini umumnya merupakan tanda paling awal adanya masalah pertumbuhan. Berat badan biasanya menurun atau kenaikannya melambat sebelum tinggi badan mulai terganggu. Meliputi:
- Faltering Weight
- Underweight
- Wasting
2. Gangguan pertumbuhan tinggi badan
- Apabila gangguan berlangsung lebih lama, pertumbuhan tinggi badan mulai terhambat. Pada tahap ini perlu dibedakan apakah merupakan stunting, variasi pertumbuhan normal, atau penyakit yang mendasari.
- Meliputi:
- Stunting
- Short Stature
- Familial Short Stature
- Constitutional Growth Delay
3. Gangguan pertumbuhan karena penyakit
- Apabila gangguan pertumbuhan disertai gejala klinis lain, evaluasi harus diarahkan untuk mencari penyakit yang mendasari.
- Kelompok ini meliputi:
- Gangguan hormonal
- Gangguan genetik
- Penyakit kronis
- Gangguan saluran cerna dan malabsorpsi
- Penyakit ginjal
- Penyakit jantung
- Penyakit paru kronis
- Penyakit inflamasi kronis
- Gangguan metabolik
Prinsip Diagnosis
- Evaluasi gangguan pertumbuhan tidak boleh hanya berfokus pada satu parameter. Dokter harus menilai seluruh pola pertumbuhan anak menggunakan kurva pertumbuhan WHO atau CDC sesuai usia, kemudian mengintegrasikan hasil antropometri dengan riwayat kehamilan, riwayat nutrisi, penyakit penyerta, pemeriksaan fisik, perkembangan anak, serta pemeriksaan penunjang bila diperlukan.
- Pendekatan ini membantu membedakan variasi pertumbuhan normal, seperti Familial Short Stature dan Constitutional Growth Delay, dari gangguan pertumbuhan patologis yang memerlukan penanganan segera.










Leave a Reply