Klinik Picky Eaters

KLINIK KESULITAN MAKAN & GANGGUAN BERAT BADAN

KONSULTASI PICKY EATERS: Benarkah Kalsium Bisa Membuat Anak Lebih Tinggi? Bagaimana Jika Ayah dan Ibunya Memang Tidak Tinggi?

Benarkah Kalsium Bisa Membuat Anak Lebih Tinggi? Bagaimana Jika Ayah dan Ibunya Memang Tidak Tinggi?

❓Tanya:
Dok, anak saya berusia 8 tahun. Tinggi badannya lebih pendek dibandingkan teman-teman sekelasnya. Banyak yang menyarankan memberi susu tinggi kalsium atau suplemen kalsium agar cepat tinggi. Masalahnya, saya dan suami memang tidak terlalu tinggi. Benarkah kalsium bisa membuat anak lebih tinggi? Apakah ada pola makan atau diet yang dapat membantu anak mencapai tinggi badan yang optimal?

✅ Jawab:
Kalsium memang merupakan mineral penting untuk pembentukan dan kekuatan tulang, tetapi kalsium bukanlah faktor utama yang menentukan tinggi badan anak. Bila kebutuhan kalsium anak sudah tercukupi, pemberian kalsium tambahan tidak terbukti membuat anak menjadi lebih tinggi. Pertumbuhan tulang memerlukan berbagai zat gizi dan dipengaruhi oleh banyak faktor yang bekerja bersama.

Faktor yang paling besar menentukan tinggi badan adalah genetik. Sekitar 60–80% variasi tinggi badan dipengaruhi oleh faktor keturunan. Jadi, bila ayah dan ibu memiliki postur yang tidak terlalu tinggi, anak memang cenderung memiliki potensi tinggi badan yang serupa. Namun, genetik bukan satu-satunya penentu. Lingkungan, gizi, kesehatan, aktivitas fisik, dan kualitas tidur tetap berperan penting agar anak dapat mencapai tinggi badan optimal sesuai potensi genetiknya.

Untuk mendukung pertumbuhan, anak memerlukan pola makan bergizi seimbang, bukan hanya makanan tinggi kalsium. Pastikan setiap hari anak mendapatkan protein berkualitas seperti ikan, telur, ayam, daging, susu atau produk olahannya, serta tempe dan tahu. Lengkapi dengan sayur, buah, karbohidrat, dan lemak sehat. Nutrisi seperti protein, vitamin D, zinc, zat besi, fosfor, dan magnesium juga sangat penting dalam proses pertumbuhan tulang dan otot.

Selain makanan, gaya hidup juga berpengaruh besar. Anak sebaiknya tidur cukup sesuai usianya, aktif berolahraga seperti berlari, berenang, bermain bola, atau lompat tali, serta mengurangi waktu duduk terlalu lama di depan gawai. Hormon pertumbuhan paling banyak dilepaskan saat anak tidur nyenyak pada malam hari, sehingga tidur yang cukup merupakan bagian penting dari proses pertumbuhan.

Bila anak usia 8 tahun tampak jauh lebih pendek dibandingkan teman-temannya, jangan langsung menyimpulkan penyebabnya adalah kekurangan kalsium. Dokter perlu menilai kurva pertumbuhan, kecepatan pertambahan tinggi badan setiap tahun, berat badan, riwayat keluarga, serta kemungkinan adanya gangguan kesehatan seperti penyakit kronis, gangguan hormon, kekurangan gizi, atau kondisi lain yang dapat menghambat pertumbuhan. Pemeriksaan ini akan membantu menentukan apakah tinggi badan anak masih sesuai potensi genetik atau memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Jadi, tidak ada diet atau suplemen ajaib yang dapat membuat anak menjadi lebih tinggi. Cara terbaik adalah memberikan pola makan bergizi seimbang dengan protein yang cukup, memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D sesuai anjuran, memastikan anak aktif bergerak, tidur cukup, serta memantau pertumbuhannya secara berkala. Dengan demikian, anak memiliki kesempatan terbaik untuk mencapai tinggi badan maksimal sesuai potensi genetik yang dimilikinya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *