Klinik Picky Eaters

KLINIK KESULITAN MAKAN & GANGGUAN BERAT BADAN

Penyebab ARFID (Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder)

Penyebab ARFID (Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder)

Widodo Judarwanto, Audi Yudhasmara

ARFID adalah gangguan makan yang ditandai dengan anak atau remaja menghindari atau sangat membatasi makanan sehingga kebutuhan gizi tidak terpenuhi. Berbeda dengan anoreksia nervosa, ARFID tidak disebabkan oleh keinginan untuk menjadi kurus atau ketakutan terhadap kenaikan berat badan. Penyebab ARFID bersifat multifaktorial dan biasanya melibatkan interaksi faktor biologis, sensorik, psikologis, perkembangan, serta pengalaman makan yang tidak menyenangkan.

Penyebab ARFID Berdasarkan Mekanisme

Kelompok Penyebab Mekanisme Contoh
Gangguan sensorik Sangat sensitif terhadap tekstur, rasa, bau, warna, atau suhu makanan Hanya mau makanan renyah, menolak makanan lembek
Pengalaman traumatis Anak menghubungkan makan dengan pengalaman yang menakutkan Pernah tersedak, muntah hebat, atau tersedak tulang
Nafsu makan rendah Respons lapar yang rendah sejak kecil Cepat kenyang, tidak tertarik makan
Gangguan kecemasan Takut makan karena khawatir terjadi sesuatu Takut muntah atau tersedak
Gangguan perkembangan Gangguan pemrosesan sensorik atau komunikasi Autisme, keterlambatan perkembangan
Penyakit medis yang telah sembuh Nyeri saat makan menyebabkan anak belajar menghindari makan Refluks, esofagitis, ulkus mulut

Faktor Risiko ARFID

Faktor Risiko Penjelasan
Gangguan spektrum autisme Sangat sering disertai sensitivitas sensorik terhadap makanan
ADHD Sulit fokus saat makan dan mudah terdistraksi
Gangguan kecemasan Takut mencoba makanan baru atau takut tersedak
Gangguan obsesif kompulsif Pola makan sangat kaku
Prematuritas Gangguan perkembangan oral dan sensorik
Riwayat pemasangan selang makan Dapat menimbulkan trauma makan
Riwayat tersedak Anak menjadi takut makan kembali

Tiga Tipe Utama ARFID

Tipe Ciri Klinis Contoh
Sensory sensitivity Menolak makanan karena tekstur, rasa, bau, atau warna Hanya mau nasi putih dan kerupuk
Lack of interest Tidak tertarik makan Makan sangat sedikit meskipun tidak sakit
Fear of aversive consequences Takut makan karena pengalaman buruk Menolak makan setelah pernah tersedak

Apakah Alergi Makanan Menjadi Penyebab ARFID?

Alergi makanan bukan penyebab utama ARFID, tetapi dapat menjadi faktor pemicu pada sebagian anak.

Misalnya, anak dengan alergi makanan mengalami nyeri perut, muntah, refluks, atau tersedak setiap kali mengonsumsi makanan tertentu. Pengalaman tersebut dapat membuat anak takut makan sehingga setelah alerginya membaik, perilaku menghindari makan tetap berlanjut. Dalam kondisi ini, alergi makanan merupakan penyebab awal, sedangkan ARFID berkembang sebagai akibat dari pengalaman makan yang berulang dan tidak menyenangkan.

Hubungan Penyakit Medis dengan ARFID

Penyakit Dapat Memicu ARFID Mekanisme
Alergi makanan Ya Nyeri, muntah, rasa tidak nyaman saat makan
Eosinophilic esophagitis Ya Sulit menelan dan nyeri saat makan
GERD Ya Refluks menyebabkan anak takut makan
Konstipasi kronis Dapat Cepat kenyang dan nyeri perut
Penyakit celiac Dapat Gangguan saluran cerna kronis
Kelainan neurologis Ya Gangguan menelan

Perbedaan ARFID dan Sulit Makan karena Alergi Makanan

Aspek ARFID Sulit Makan karena Alergi Makanan
Penyebab utama Gangguan perilaku makan Reaksi imun terhadap makanan
Gejala alergi Biasanya tidak ada Dapat disertai bentol, eksim, muntah, diare, sembelit, atau anafilaksis
Pemeriksaan alergi Umumnya normal Dapat positif atau negatif tergantung mekanisme alergi
Oral Food Challenge Bukan untuk menegakkan ARFID Baku emas diagnosis alergi makanan
Terapi utama Terapi perilaku makan dan dukungan psikologis Eliminasi makanan penyebab dan tata laksana alergi

Pesan Praktis

ARFID bukan sekadar anak pilih-pilih makanan. Diagnosis ditegakkan bila pembatasan makan menyebabkan gangguan pertumbuhan, kekurangan gizi, ketergantungan pada suplemen atau nutrisi enteral, atau gangguan fungsi sosial. Sebelum menegakkan diagnosis ARFID, dokter harus terlebih dahulu menyingkirkan penyebab medis yang dapat menjelaskan keluhan, seperti alergi makanan, penyakit saluran cerna, gangguan menelan, penyakit metabolik, atau penyakit kronis lainnya. Pada anak yang dicurigai memiliki alergi makanan, evaluasi klinis yang teliti dan, bila diindikasikan, Oral Food Challenge tetap merupakan langkah penting untuk memastikan diagnosis sebelum menyimpulkan bahwa anak mengalami ARFID.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *