Klasifikasi Gangguan Makan pada Anak: Pendekatan Modern Berbasis Pediatric Feeding Disorder (PFD)
Gangguan makan pada anak (feeding disorders) merupakan masalah yang sering dijumpai dalam praktik pediatri dan dapat berdampak terhadap status gizi, pertumbuhan, perkembangan, serta kualitas hidup anak dan keluarganya. Spektrum gangguan makan sangat luas, mulai dari feeding difficulties yang bersifat ringan hingga Pediatric Feeding Disorder (PFD) yang melibatkan gangguan multidimensional. Selain itu, gangguan makan juga dapat disebabkan oleh kelainan organik, gangguan menelan, gangguan sensorik, maupun gangguan psikiatri seperti Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder (ARFID). Konsensus internasional tahun 2019 memperkenalkan definisi PFD sebagai gangguan makan yang disertai disfungsi medis, nutrisi, keterampilan makan, dan/atau psikososial. Pendekatan multidisiplin berbasis klasifikasi ini memungkinkan diagnosis yang lebih akurat dan terapi yang lebih komprehensif.
Gangguan makan merupakan salah satu alasan tersering orang tua membawa anak ke dokter anak. Diperkirakan sekitar 25–35% anak dengan perkembangan normal mengalami kesulitan makan, sedangkan prevalensinya dapat mencapai lebih dari 80% pada anak dengan penyakit kronis atau gangguan perkembangan. Sebagian besar kasus berupa kesulitan makan ringan (feeding difficulties), namun sebagian lainnya merupakan gangguan kompleks yang memerlukan evaluasi multidisiplin.
Dalam beberapa dekade terakhir, konsep gangguan makan anak mengalami perubahan. Dahulu klasifikasi lebih banyak didasarkan pada gejala, sedangkan saat ini lebih menekankan penyebab dan dampaknya terhadap fungsi makan. Konsensus internasional yang dipublikasikan oleh Goday dkk. (2019) memperkenalkan istilah Pediatric Feeding Disorder (PFD) sebagai diagnosis yang mengintegrasikan empat domain utama, yaitu medis, nutrisi, keterampilan makan, dan psikososial.
Klasifikasi Gangguan Makan pada Anak
Tabel 1. Klasifikasi Gangguan Makan pada Anak
| Klasifikasi | Definisi | Karakteristik Klinis | Contoh |
|---|---|---|---|
| Feeding Difficulties (FD) | Kesulitan makan ringan hingga sedang | Picky eater, makan lambat, nafsu makan rendah, food neophobia | Anak hanya mau makanan tertentu |
| Pediatric Feeding Disorder (PFD) | Gangguan makan dengan disfungsi medis, nutrisi, keterampilan makan, atau psikososial | Penurunan pertumbuhan, gangguan nutrisi, masalah perilaku makan | Anak dengan alergi makanan disertai gagal tumbuh |
| Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder (ARFID) | Gangguan makan menurut DSM-5 dengan pembatasan asupan tanpa gangguan citra tubuh | Berat badan turun, defisiensi nutrisi, ketergantungan suplemen | Anak hanya makan beberapa jenis makanan |
| Dysphagia | Gangguan menelan | Batuk saat makan, tersedak, aspirasi, pneumonia berulang | Cerebral palsy, kelainan neurologis |
| Gangguan Makan akibat Penyakit Organik | Kesulitan makan akibat penyakit medis | Nyeri makan, muntah, GERD, alergi makanan | GERD, esofagitis eosinofilik, penyakit jantung bawaan |
| Gangguan Makan Perilaku/Sensorik | Penolakan makan akibat gangguan sensorik atau perilaku | Menolak tekstur, warna, bau, suhu makanan | Autism Spectrum Disorder, Sensory Processing Disorder |
1. Feeding Difficulties (FD)
Feeding difficulties merupakan gangguan makan yang paling sering dijumpai pada anak sehat. Keluhan biasanya berupa pilih-pilih makanan (picky eater), makan dalam waktu lama, nafsu makan rendah, atau penolakan terhadap makanan baru (food neophobia). Sebagian besar kasus bersifat sementara dan tidak menyebabkan gangguan pertumbuhan apabila ditangani dengan edukasi perilaku makan yang tepat.
2. Pediatric Feeding Disorder (PFD)
Pada tahun 2019, konsensus internasional mendefinisikan Pediatric Feeding Disorder (PFD) sebagai gangguan asupan oral yang tidak sesuai usia dan berlangsung minimal dua minggu serta disertai gangguan pada satu atau lebih domain berikut.
Tabel 2. Empat Domain Pediatric Feeding Disorder
| Domain | Manifestasi |
|---|---|
| Medis | Alergi makanan, GERD, penyakit paru kronis, penyakit jantung bawaan, kelainan neurologis |
| Nutrisi | Malnutrisi, defisiensi mikronutrien, gagal tumbuh, ketergantungan nutrisi enteral |
| Keterampilan Makan | Kesulitan mengunyah, menelan, koordinasi oral-motor |
| Psikososial | Penolakan makan, konflik orang tua-anak saat makan, kecemasan makan |
Pendekatan PFD menekankan bahwa gangguan makan bukan sekadar masalah perilaku, tetapi sering kali merupakan manifestasi penyakit medis yang mendasari.
3. Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder (ARFID)
ARFID merupakan diagnosis psikiatri dalam DSM-5 yang ditandai pembatasan asupan makanan tanpa adanya gangguan citra tubuh seperti pada anoreksia nervosa. Anak dengan ARFID dapat mengalami:
- penurunan berat badan,
- gagal tumbuh,
- defisiensi nutrisi,
- ketergantungan suplemen atau nutrisi enteral,
- gangguan fungsi sosial.
Pada anak, ARFID sering dipicu oleh sensitivitas sensorik, ketakutan tersedak, pengalaman makan yang traumatis, atau kurangnya minat terhadap makanan.
4. Gangguan Menelan (Dysphagia)
Dysphagia merupakan gangguan proses menelan akibat kelainan neurologis, anatomis, atau gangguan fungsi otot.
Gejala meliputi:
- batuk saat makan,
- tersedak,
- suara menjadi basah setelah makan,
- aspirasi,
- pneumonia berulang,
- gagal tumbuh.
Evaluasi dapat meliputi Videofluoroscopic Swallow Study (VFSS) atau Fiberoptic Endoscopic Evaluation of Swallowing (FEES).
5. Gangguan Makan Akibat Penyakit Organik
Berbagai penyakit organik dapat menyebabkan penolakan makan karena rasa nyeri, mual, muntah, atau ketidaknyamanan saat makan.
Tabel 3. Penyakit Organik Penyebab Gangguan Makan
| Sistem | Contoh Penyakit |
|---|---|
| Gastrointestinal | GERD, alergi makanan, esofagitis eosinofilik, penyakit celiac |
| Neurologi | Cerebral palsy, epilepsi, kelainan neuromuskular |
| Jantung | Penyakit jantung bawaan |
| Paru | Penyakit paru kronis |
| Endokrin | Hipotiroidisme |
| Genetik | Sindrom Down, Pierre Robin Sequence |
Evaluasi terhadap penyebab organik harus dilakukan sebelum menyimpulkan bahwa gangguan makan semata-mata disebabkan oleh perilaku.
6. Gangguan Makan Perilaku atau Sensorik
Sebagian anak mengalami penolakan makan akibat gangguan pemrosesan sensorik. Mereka hanya menerima makanan dengan tekstur, warna, bau, atau suhu tertentu. Kondisi ini sering ditemukan pada anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD), gangguan perkembangan, atau Sensory Processing Disorder.
Terapi umumnya melibatkan occupational therapist, speech-language pathologist, psikolog, dan dokter anak.
Pendekatan Diagnosis Berdasarkan PFD
Evaluasi gangguan makan sebaiknya dilakukan secara sistematis dengan menilai:
- Riwayat pertumbuhan dan status gizi.
- Riwayat penyakit medis (GERD, alergi makanan, penyakit kronis).
- Kemampuan oral-motor dan proses menelan.
- Pola makan dan perilaku makan.
- Faktor psikososial keluarga.
- Pemeriksaan fisik lengkap.
- Pemeriksaan penunjang bila terdapat indikasi klinis.
Pendekatan ini membantu membedakan antara feeding difficulties yang ringan dengan PFD yang membutuhkan penanganan multidisiplin.
Kesimpulan
Gangguan makan pada anak merupakan spektrum kondisi yang mencakup feeding difficulties, Pediatric Feeding Disorder (PFD), ARFID, dysphagia, gangguan makan akibat penyakit organik, dan gangguan makan perilaku atau sensorik. Di antara berbagai klasifikasi tersebut, PFD saat ini menjadi pendekatan yang paling komprehensif karena menilai empat domain utama—medis, nutrisi, keterampilan makan, dan psikososial. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi penyebab yang lebih tepat, penyusunan terapi multidisiplin, serta pencegahan komplikasi berupa malnutrisi, gangguan pertumbuhan, dan gangguan perkembangan.
Referensi
- Goday PS, Huh SY, Silverman A, et al. Pediatric Feeding Disorder: Consensus Definition and Conceptual Framework. J Pediatr Gastroenterol Nutr. 2019;68(1):124–129.
- Kerzner B, Milano K, MacLean WC Jr, et al. A Practical Approach to Classifying and Managing Feeding Difficulties. Pediatrics. 2015;135(2):344–353.
- Bryant-Waugh R. Avoidant Restrictive Food Intake Disorder: An Illustrative Case Example. Int J Eat Disord. 2013;46:420–423.
- American Psychiatric Association. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition, Text Revision (DSM-5-TR). 2022.
- Hill SA, et al. Feeding Difficulties in Children with Food Allergies: An EAACI Task Force Report. Pediatr Allergy Immunol. 2024;35(4):e14119.









Leave a Reply