Klinik Picky Eaters

KLINIK KESULITAN MAKAN & GANGGUAN BERAT BADAN

KONSULTASI PICKY EATERS: Benarkah Susu Tinggi Kalori Harus Diberikan pada Anak yang Sulit Makan dan Berat Badannya Sulit Naik?

Benarkah Susu Tinggi Kalori Harus Diberikan pada Anak yang Sulit Makan dan Berat Badannya Sulit Naik?

❓Tanya:

Dok, anak saya berusia 4 tahun. Sejak usia 2 tahun ia sangat sulit makan, hanya mau makan sedikit, sering memilih-milih makanan, dan berat badannya sulit naik. Banyak teman menyarankan agar saya memberikan susu tinggi kalori supaya berat badannya cepat naik. Benarkah susu tinggi kalori harus diberikan? Apakah memang terbukti bermanfaat menurut penelitian? Apa bedanya dengan susu formula biasa atau susu UHT?

✅ Jawab (dr Widodo Judarwanto, pediatrician)

Susu tinggi kalori bukan merupakan terapi utama untuk semua anak yang sulit makan atau berat badannya sulit naik. Langkah pertama adalah mencari penyebabnya, misalnya asupan makan yang kurang, kebiasaan makan yang tidak tepat, penyakit kronis, gangguan saluran cerna, alergi makanan, gangguan penyerapan nutrisi, atau masalah psikologis dan perilaku makan. Bila penyebab utamanya tidak diatasi, pemberian susu tinggi kalori saja sering kali tidak memberikan hasil yang optimal.

Secara ilmiah, beberapa penelitian menunjukkan bahwa oral nutritional supplements (ONS) atau susu tinggi kalori dapat membantu meningkatkan berat badan dan status gizi pada anak yang mengalami malnutrisi atau berisiko mengalami kekurangan gizi, terutama bila dikombinasikan dengan konseling gizi. Namun, manfaat tersebut paling jelas terlihat pada anak yang memang mengalami asupan energi yang tidak mencukupi atau gagal tumbuh. Susu tinggi kalori bukan berarti diperlukan oleh semua anak yang sulit makan.

Susu tinggi kalori umumnya mengandung energi sekitar 1–1,5 kkal/mL, lebih tinggi dibandingkan susu formula standar yang sekitar 0,65–0,75 kkal/mL. Selain energi, produk ini biasanya diperkaya dengan protein, vitamin, dan mineral. Tujuannya adalah membantu memenuhi kebutuhan energi tanpa harus meningkatkan volume minum terlalu banyak. Namun, bila diberikan berlebihan, anak justru dapat merasa kenyang sehingga semakin sedikit mengonsumsi makanan utama.

Yang lebih penting daripada memilih jenis susu adalah memperbaiki pola makan anak. Anak sebaiknya mendapatkan tiga kali makan utama dan dua hingga tiga kali camilan sehat setiap hari, dengan menu yang mengandung protein berkualitas seperti telur, ikan, ayam, daging, tempe, atau tahu. Kebiasaan minum susu terlalu banyak, terutama menjelang waktu makan, justru dapat menurunkan nafsu makan sehingga anak semakin sulit makan.

Bila seorang anak usia 4 tahun mengalami berat badan yang sulit naik dalam waktu lama, dokter akan menilai kurva pertumbuhan, kecepatan kenaikan berat badan, tinggi badan, riwayat penyakit, pola makan, dan kemungkinan penyebab medis. Bila ditemukan gangguan pertumbuhan atau penyakit tertentu, maka penanganan harus diarahkan pada penyebabnya, bukan hanya menambah susu tinggi kalori.

Jadi, susu tinggi kalori dapat bermanfaat pada anak tertentu yang mengalami kekurangan energi atau gagal tumbuh, tetapi tidak harus diberikan kepada semua anak yang sulit makan. Penggunaannya sebaiknya berdasarkan penilaian dokter atau ahli gizi. Prioritas utama tetap mencari penyebab sulit makan, memperbaiki pola makan, memastikan kebutuhan energi dan protein tercukupi, serta memantau pertumbuhan anak secara berkala

Tabel. Perbedaan Susu Tinggi Kalori, Susu Formula Biasa, dan Susu UHT

Aspek Susu Tinggi Kalori (ONS) Susu Formula Biasa Susu UHT
Tujuan Membantu memenuhi kebutuhan energi pada anak dengan risiko malnutrisi atau gagal tumbuh Memenuhi kebutuhan gizi sesuai usia Minuman susu untuk konsumsi sehari-hari
Energi ±1–1,5 kkal/mL ±0,65–0,75 kkal/mL ±0,6–0,7 kkal/mL
Protein Lebih tinggi dan diperkaya Sesuai standar formula Protein alami susu
Vitamin & mineral Diperkaya lebih lengkap Diperkaya sesuai regulasi Umumnya sesuai kandungan alami, sebagian diperkaya
Indikasi Anak dengan asupan kurang, malnutrisi, atau gagal tumbuh (atas penilaian tenaga kesehatan) Anak sesuai kelompok usia yang membutuhkan formula Anak yang sudah dapat mengonsumsi susu sapi sesuai usia dan toleransi
Apakah membuat berat badan naik? Dapat membantu bila memang terjadi kekurangan energi Membantu memenuhi kebutuhan gizi, tetapi tidak otomatis meningkatkan berat badan Tidak dirancang khusus untuk menaikkan berat badan
Harus diberikan pada semua anak sulit makan? Tidak Tidak selalu Tidak

Referensi

  1. World Health Organization (WHO). Guideline: Updates on the Management of Severe Acute Malnutrition in Infants and Children. Geneva: WHO.
  2. ESPGHAN Committee on Nutrition. Oral nutritional supplements and nutritional support in children. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition.
  3. American Academy of Pediatrics. Pediatric Nutrition, 8th Edition.
  4. Huynh DT, et al. Oral nutritional supplementation with dietary counseling improves catch-up growth in children at risk of undernutrition. Clinical Nutrition.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *