Klinik Picky Eaters

KLINIK KESULITAN MAKAN & GANGGUAN BERAT BADAN

Manifestasi Klinis, Tanda dan Gejala, serta Pemeriksaan Penunjang pada Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder (ARFID)

Manifestasi Klinis, Tanda dan Gejala, serta Pemeriksaan Penunjang pada Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder (ARFID)

Widodo Judarwanto, Audi Yudhasmara

Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder (ARFID) adalah gangguan makan yang ditandai dengan pembatasan asupan makanan sehingga kebutuhan energi dan zat gizi tidak terpenuhi. Berbeda dengan anoreksia nervosa, ARFID tidak disebabkan oleh keinginan menjadi kurus atau ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh. Anak menolak makan karena tidak tertarik pada makanan, sangat sensitif terhadap tekstur atau rasa makanan, atau takut mengalami pengalaman buruk seperti tersedak, muntah, atau nyeri saat makan.

Manifestasi klinis ARFID sangat beragam. Sebagian anak hanya mengonsumsi beberapa jenis makanan tertentu, sedangkan yang lain mengalami gangguan pertumbuhan, kekurangan gizi, hingga membutuhkan suplemen nutrisi atau nutrisi enteral. Diagnosis ditegakkan berdasarkan kriteria klinis DSM-5-TR setelah penyebab medis seperti alergi makanan, penyakit saluran cerna, gangguan neurologis, atau penyakit metabolik telah dievaluasi.

Manifestasi Klinis ARFID

Manifestasi Klinis Gambaran Klinis Dampak
Makan sangat sedikit Porsi makan jauh di bawah kebutuhan Berat badan tidak naik
Pilihan makanan sangat terbatas Hanya mau beberapa jenis makanan Risiko kekurangan zat gizi
Menolak makanan baru Food neophobia berat Variasi makanan sangat sedikit
Sangat sensitif terhadap tekstur Menolak makanan lembek, berserat, atau berkuah Sulit memenuhi kebutuhan gizi
Sangat sensitif terhadap bau atau rasa Menolak makanan dengan aroma tertentu Asupan tidak seimbang
Tidak tertarik makan Jarang merasa lapar Asupan energi rendah
Makan sangat lama Waktu makan lebih dari 30 sampai 45 menit Konflik saat makan
Menolak kelompok makanan tertentu Misalnya hanya makan karbohidrat Defisiensi protein, vitamin, atau mineral

Tanda dan Gejala ARFID

Tanda dan Gejala Penjelasan Klinis
Berat badan sulit naik Tidak sesuai kurva pertumbuhan
Berat badan turun Terjadi bila asupan sangat kurang
Tinggi badan mulai melambat Gangguan pertumbuhan kronis
Nafsu makan sangat rendah Tidak meminta makan meskipun waktu makan telah tiba
Cepat kenyang Baru makan sedikit sudah berhenti
Menolak makanan tertentu Berdasarkan tekstur, warna, bau, atau rasa
Menangis saat makan Takut mencoba makanan baru
Mudah muntah saat makan Refleks muntah berlebihan
Takut tersedak Menghindari makanan padat
Hanya mau makanan tertentu Misalnya hanya nasi, biskuit, atau susu
Defisiensi zat besi Pucat, mudah lelah
Defisiensi vitamin Sesuai vitamin yang kurang
Gangguan aktivitas Mudah lelah dan kurang aktif

Tiga Tipe Klinis ARFID

Tipe Ciri Utama Contoh
Sensory sensitivity Sangat sensitif terhadap tekstur, bau, warna, atau rasa Hanya mau makanan renyah
Lack of interest Tidak merasa lapar atau tidak tertarik makan Lupa makan seharian
Fear of aversive consequences Takut tersedak, muntah, atau nyeri Menolak semua makanan padat setelah pernah tersedak

Pemeriksaan Penunjang pada ARFID

Pemeriksaan Tujuan Kapan Dilakukan
Darah lengkap Menilai anemia dan infeksi Gangguan pertumbuhan atau malnutrisi
Feritin Menilai cadangan besi Dugaan defisiensi besi
Vitamin B12 dan folat Menilai kekurangan vitamin Diet sangat terbatas
Vitamin D Menilai status vitamin D Asupan terbatas atau pertumbuhan terganggu
Seng (zinc) Menilai defisiensi seng Nafsu makan buruk berkepanjangan
Albumin dan prealbumin Menilai status nutrisi Malnutrisi sedang atau berat
Elektrolit Menilai gangguan metabolik Asupan sangat rendah atau muntah berulang
Fungsi hati dan ginjal Menilai penyakit penyerta Bila dicurigai penyakit sistemik
Hormon tiroid (TSH, FT4) Menyingkirkan hipotiroidisme Berat badan sulit naik atau pertumbuhan terganggu
Antibodi penyakit celiac Menyingkirkan penyakit celiac Diare kronis atau gagal tumbuh
Pemeriksaan alergi makanan Bila riwayat mengarah ke alergi Bukan pemeriksaan rutin untuk semua pasien
Oral Food Challenge Konfirmasi alergi makanan Bila alergi makanan masih diragukan

Pemeriksaan yang Bukan untuk Menegakkan Diagnosis ARFID

Pemeriksaan Kegunaan
Skin Prick Test Mendeteksi sensitisasi alergi IgE, bukan ARFID
IgE spesifik Membantu diagnosis alergi makanan, bukan ARFID
Total IgE Tidak dapat mendiagnosis ARFID
IgG makanan Tidak direkomendasikan
Hair analysis Tidak memiliki validitas ilmiah
Bioresonance Tidak direkomendasikan

Diagnosis Banding ARFID

Penyakit Petunjuk Klinis Pemeriksaan Pendukung
Alergi makanan Muntah, diare, sembelit, bentol, eksim setelah makanan tertentu Riwayat, Skin Prick Test, IgE spesifik, Oral Food Challenge
Pediatric Feeding Disorder Gangguan makan dengan penyebab medis, nutrisi, oral-motor, atau psikososial Evaluasi multidisiplin
Refluks gastroesofageal Muntah, nyeri saat makan Evaluasi klinis, pemeriksaan sesuai indikasi
Eosinophilic esophagitis Sulit menelan, makanan terasa tersangkut Endoskopi dan biopsi
Penyakit celiac Diare kronis, gagal tumbuh Anti-tTG IgA
Hipotiroidisme Konstipasi, pertumbuhan lambat TSH dan FT4
Gangguan spektrum autisme Sensitivitas sensorik, perilaku repetitif Evaluasi tumbuh kembang
Gangguan kecemasan Takut makan karena pengalaman buruk Evaluasi psikologis atau psikiatri

Kapan Harus Curiga ARFID?

Temuan Klinis Tingkat Kecurigaan
Hanya mau 5 sampai 10 jenis makanan Tinggi
Berat badan sulit naik akibat asupan sangat terbatas Tinggi
Menolak makanan karena tekstur atau bau Tinggi
Takut tersedak atau muntah Tinggi
Membutuhkan suplemen nutrisi agar tumbuh Tinggi
Tidak ada keinginan menjadi kurus Mendukung diagnosis ARFID
Gangguan berlangsung lebih dari 1 bulan Memerlukan evaluasi menyeluruh

Pesan Praktis

ARFID adalah diagnosis klinis yang ditegakkan setelah penyebab medis lain dievaluasi. Tidak ada pemeriksaan darah atau pemeriksaan laboratorium yang dapat memastikan diagnosis ARFID. Pemeriksaan penunjang bertujuan menilai dampak gangguan makan terhadap status gizi serta menyingkirkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala serupa, seperti alergi makanan, penyakit saluran cerna, gangguan endokrin, atau penyakit kronis lainnya. Pada anak dengan muntah, sembelit, nyeri perut, eksim, bentol berulang, atau gangguan pertumbuhan, evaluasi terhadap alergi makanan dan penyakit gastrointestinal perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum menegakkan diagnosis ARFID. Pendekatan ini sesuai dengan rekomendasi DSM-5-TR, American Academy of Pediatrics, dan konsensus Pediatric Feeding Disorder.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *