Analisis Pemeriksaan Laboratorium Skrining Hipotiroid pada Anak dengan Berat Badan Sulit Naik
Widodo Judarwanto, Audi Yudhasmara
Hipotiroid merupakan gangguan ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. Hormon tiroid berperan penting dalam pertumbuhan, perkembangan otak, metabolisme, dan penggunaan energi. Pada anak, hipotiroid dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan tinggi badan, keterlambatan perkembangan, penurunan prestasi belajar, dan pubertas terlambat apabila tidak dikenali sejak dini. Namun, berat badan sulit naik atau tubuh kurus bukanlah gejala khas hipotiroid. Sebagian besar anak dengan hipotiroid justru mengalami perlambatan pertumbuhan tinggi badan dengan berat badan yang tampak normal atau bahkan relatif meningkat dibandingkan tinggi badannya. Oleh karena itu, pemeriksaan hormon tiroid sebaiknya dilakukan berdasarkan pertimbangan klinis dokter, bukan semata-mata karena anak kurus. (Healthy Children)
Pemeriksaan skrining utama untuk menilai fungsi tiroid adalah Thyroid Stimulating Hormone (TSH) dan Free Thyroxine (FT4). Kedua pemeriksaan ini saling melengkapi dalam membedakan hipotiroid primer, hipotiroid sentral, maupun fungsi tiroid normal. Hasil laboratorium harus selalu diinterpretasikan menggunakan nilai rujukan sesuai usia karena kadar hormon tiroid pada bayi, anak, dan remaja berbeda dengan orang dewasa. (AAP Publications)
Kapan Anak dengan Berat Badan Sulit Naik Perlu Pemeriksaan Hormon Tiroid?
| Kondisi Klinis | Tingkat Kecurigaan Hipotiroid | Perlu Pemeriksaan TSH dan FT4 |
|---|---|---|
| Berat badan sulit naik, tinggi badan normal | Rendah | Tidak rutin |
| Berat badan dan tinggi badan sama-sama melambat | Sangat tinggi | Ya |
| Tinggi badan turun melewati dua kurva pertumbuhan | Sangat tinggi | Ya |
| Sembelit kronis tanpa penyebab jelas | Sedang | Ya |
| Mudah lelah, mengantuk, kurang aktif | Sedang | Ya |
| Kulit kering, rambut kasar, wajah sembab | Tinggi | Ya |
| Pubertas terlambat | Tinggi | Ya |
| Riwayat keluarga penyakit tiroid autoimun | Sedang | Dipertimbangkan |
| Sindrom Down, Turner syndrome, diabetes tipe 1 | Tinggi | Skrining berkala |
Pemeriksaan Laboratorium Skrining Hipotiroid
| Pemeriksaan | Fungsi | Interpretasi Umum |
|---|---|---|
| TSH | Pemeriksaan skrining utama | Meningkat pada hipotiroid primer |
| FT4 | Menilai hormon tiroid aktif | Menurun pada hipotiroid nyata |
| Total T4 | Alternatif bila FT4 tidak tersedia | Dipengaruhi protein pengikat |
| Anti-TPO | Mendeteksi tiroiditis autoimun | Positif pada Hashimoto |
| Anti-Tiroglobulin | Menunjang diagnosis autoimun | Sering positif bersama Anti-TPO |
| USG Tiroid | Menilai ukuran dan struktur kelenjar | Sesuai indikasi klinis |
Interpretasi Kombinasi TSH dan FT4
| TSH | FT4 | Interpretasi | Tatalaksana Awal |
|---|---|---|---|
| Normal | Normal | Fungsi tiroid normal | Cari penyebab lain |
| Meningkat ringan | Normal | Hipotiroid subklinis | Evaluasi ulang sesuai anjuran dokter |
| Meningkat tinggi | Rendah | Hipotiroid primer | Konsultasi ke Sp.A(K) Endokrin |
| Rendah atau normal | Rendah | Hipotiroid sentral | Evaluasi hormon hipofisis |
| Rendah | Tinggi | Hipertiroid | Pemeriksaan lanjutan |
Gejala Klinis dan Hubungannya dengan Hipotiroid
| Gejala | Mendukung Hipotiroid | Keterangan |
|---|---|---|
| Pertumbuhan tinggi badan melambat | Sangat kuat | Gejala utama |
| Berat badan sulit naik saja | Lemah | Lebih sering penyebab lain |
| Berat badan meningkat tanpa tinggi bertambah | Kuat | Penurunan metabolisme |
| Sembelit kronis | Sedang | Keluhan sering ditemukan |
| Kulit kering | Sedang | Akibat metabolisme menurun |
| Rambut kasar | Sedang | Tidak spesifik |
| Wajah sembab | Sedang | Dapat ditemukan |
| Mudah lelah | Sedang | Tidak spesifik |
| Prestasi belajar menurun | Sedang | Terutama hipotiroid lama |
| Pubertas terlambat | Kuat | Pada hipotiroid kronis |
Bila Hasil Tiroid Normal tetapi Anak Tetap Kurus
| Kemungkinan Penyebab | Pemeriksaan yang Dipertimbangkan |
|---|---|
| Asupan kalori kurang | Evaluasi pola makan |
| Picky eater | Penilaian perilaku makan |
| Alergi makanan | Evaluasi klinis sesuai indikasi |
| Gangguan penyerapan | Pemeriksaan feses atau celiac bila indikasi |
| Penyakit saluran cerna | Evaluasi gastroenterologi |
| Infeksi kronis | Pemeriksaan sesuai gejala |
| Diabetes melitus | Gula darah bila ada gejala |
| Faktor genetik | Evaluasi kurva pertumbuhan keluarga |
Analisis Hasil Laboratorium
- TSH merupakan hormon yang diproduksi kelenjar hipofisis untuk merangsang kelenjar tiroid menghasilkan hormon T4 dan T3. Bila produksi hormon tiroid menurun, tubuh akan meningkatkan kadar TSH sebagai mekanisme kompensasi. Oleh karena itu, TSH merupakan penanda paling sensitif untuk mendeteksi hipotiroid primer, sedangkan FT4 menunjukkan apakah kekurangan hormon tiroid sudah memengaruhi fungsi tubuh. (AAP Publications)
- Peningkatan TSH dengan FT4 yang masih normal disebut hipotiroid subklinis. Kondisi ini tidak selalu memerlukan pengobatan. Dokter akan mempertimbangkan usia anak, kadar TSH, gejala klinis, adanya antibodi tiroid, serta hasil pemeriksaan ulang sebelum memutuskan terapi. Sebaliknya, bila TSH meningkat disertai FT4 rendah, diagnosis hipotiroid primer sangat kuat dan terapi levotiroksin umumnya diperlukan untuk mengembalikan pertumbuhan dan perkembangan anak. (AAP Publications)
Saran bagi Orang Tua
- Jangan meminta pemeriksaan hormon tiroid hanya karena anak kurus.
- Perhatikan pola pertumbuhan tinggi badan, bukan hanya berat badan.
- Pemeriksaan TSH dan FT4 lebih bermanfaat bila terdapat gejala yang mengarah ke hipotiroid.
- Jangan mengonsumsi hormon tiroid tanpa resep dokter.
- Bila hasil pemeriksaan normal, evaluasi penyebab lain seperti pola makan, gangguan makan, penyakit saluran cerna, alergi makanan, atau penyakit kronis lebih penting dilakukan.
Kesimpulan
Hipotiroid merupakan penyebab penting gangguan pertumbuhan pada anak, tetapi bukan penyebab tersering berat badan sulit naik atau tubuh kurus. Pemeriksaan skrining menggunakan TSH dan FT4 merupakan metode yang paling akurat untuk menilai fungsi tiroid. Interpretasi hasil harus mempertimbangkan usia, gejala klinis, dan pola pertumbuhan anak. Pendekatan yang tepat akan membantu menghindari diagnosis yang berlebihan sekaligus memastikan anak yang benar-benar mengalami hipotiroid mendapatkan pengobatan sedini mungkin. (AAP Publications)
Daftar Pustaka





Leave a Reply